What is the administration protocol for the VAC (vincristine, actinomycin-D, cyclophosphamide) regimen in a patient with rhabdomyosarcoma of the testis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 20, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Cara Pemberian Regimen VAC untuk Rabdomiosarkoma Testis

Regimen VAC (vincristine, actinomycin-D, cyclophosphamide) tidak lagi direkomendasikan sebagai terapi standar untuk rabdomiosarkoma karena terbukti inferior dibandingkan regimen yang lebih intensif. Pedoman NCCN menunjukkan bahwa VACD (dengan penambahan doxorubicin) mencapai survival bebas relaps 60% dibandingkan hanya 24% dengan VAC pada pasien dengan penyakit lokal non-metastatik 1.

Protokol Pemberian VAC (Jika Digunakan)

Meskipun bukan standar terapi, jika VAC tetap dipilih, protokol pemberian adalah:

Dosis dan Jadwal Standar

  • Vincristine: 1,5 mg/m² IV pada hari ke-0,7, dan 14 setiap siklus 3 minggu 2
  • Actinomycin-D (Dactinomycin): 1,35 mg/m² IV pada hari ke-0 setiap siklus 2
  • Cyclophosphamide: Dosis standar 1,2 g/m²/hari selama 3 hari berturut-turut (hari 0,1,2) untuk fase induksi 2

Durasi Terapi

  • Fase induksi: 4 siklus (12 minggu) 2
  • Fase kontinuasi: 9 siklus tambahan dengan cyclophosphamide 2 g/m²/siklus 2
  • Total durasi: 13 siklus (sekitar 39 minggu) 2

Peringatan Penting tentang Dosis Cyclophosphamide

Intensifikasi dosis cyclophosphamide hingga 1,8 g/m²/dosis terbukti tidak meningkatkan outcome dan menyebabkan toksisitas berat. Studi menunjukkan bahwa peningkatan dosis hingga 64% dari standar menghasilkan 3-year failure-free survival hanya 52% dengan toksisitas signifikan termasuk typhlitis 2.

Reduksi Dosis untuk Risiko Rendah

Untuk pasien risiko rendah, dosis cyclophosphamide dapat direduksi:

  • Subgrup A: Total 9,6 g/m² (1,2 g/m²/siklus × 8 siklus) mencapai 3-year FFS 83% 3
  • Subgrup B: Total 17,6 g/m² (2 g/m²/siklus × 8 siklus) mencapai 3-year FFS 88% 3

Toksisitas yang Harus Diwaspadai

Veno-Occlusive Disease (VOD)

VOD dapat terjadi bahkan dengan vincristine dan actinomycin-D saja tanpa cyclophosphamide. Manifestasi klinis muncul setelah 2-4 dosis actinomycin-D, sekitar 7-14 hari pasca pemberian 4. Diagnosis ditegakkan dengan minimal 2 dari 3 kriteria McDonald: hepatomegali, ikterus, dan asites 4.

Toksisitas Hematologi

  • Leukopenia berat terjadi pada 82-88% pasien 5
  • Diperlukan monitoring ketat hitung darah lengkap 5

Toksisitas Lain

  • Penurunan berat badan >10% pada 52% pasien 5
  • Hipomagnesemia pada 74% pasien (terkait cisplatin jika dikombinasi) 5
  • Neuropati perifer (terutama pada pasien dewasa dan lansia) 6

Masalah Dose Intensity pada Pasien Dewasa

Pasien dewasa mengalami kesulitan signifikan mempertahankan dose intensity VAC, terutama pada fase maintenance. RDI vincristine dan cyclophosphamide turun drastis pada fase maintenance dibanding anak-anak (P<0,05), terutama karena toksisitas hematologi, infeksi, dan neuropati perifer 6. Hal ini menjelaskan mengapa prognosis rabdomiosarkoma dewasa lebih buruk 6.

Rekomendasi Terapi Modern

Regimen yang lebih superior harus dipertimbangkan:

  • VACD-IE (VACD alternating dengan ifosfamide-etoposide) mencapai 5-year EFS 69% vs 54% dengan VACD saja 7
  • VDC/IE interval-compressed (setiap 2 minggu) adalah standar modern dengan outcome terbaik 7

Radioterapi Adjuvan

Radioterapi diberikan:

  • Minggu ke-0: Untuk tumor parameningeal dengan ekstensi intrakranial 2
  • Minggu ke-12 atau 15: Untuk semua kasus lainnya 2
  • Dosis: 4.000 cGy 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.