Regimen Kemoterapi untuk Rhabdomyosarcoma Testis
Untuk rhabdomyosarcoma testis, regimen kemoterapi standar yang direkomendasikan adalah kombinasi vincristine, actinomycin D, dan cyclophosphamide (VAC), atau regimen yang mengandung ifosfamide/etoposide (IE) yang bergantian dengan vincristine/doxorubicin/cyclophosphamide (VDC), dengan pemilihan berdasarkan stadium risiko penyakit.
Regimen Kemoterapi Berdasarkan Risiko
Penyakit Risiko Intermediate
- Regimen VDC/EI (vincristine/doxorubicin/cyclophosphamide bergantian dengan etoposide/ifosfamide) menunjukkan hasil yang sangat baik dengan survival bebas kejadian 3 tahun sebesar 85% dan overall survival 91% pada pasien rhabdomyosarcoma risiko intermediate 1
- Siklus diberikan secara bergantian setiap 3 minggu, dengan terapi lokal (pembedahan/radiasi) biasanya dilakukan setelah 4 siklus kemoterapi, diikuti dengan 10 siklus tambahan 1
- Toksisitas yang dapat ditoleransi dengan baik, dengan neutropenia febril terjadi pada 35% siklus VDC dan 26% siklus EI 1
Penyakit Metastatik
- Regimen yang mengandung ifosfamide/etoposide (IE) superior dibandingkan vincristine/melphalan untuk rhabdomyosarcoma metastatik 2
- Pasien yang menerima regimen berbasis IE menunjukkan failure-free survival 3 tahun sebesar 33% versus 19% dengan regimen berbasis VM, dan overall survival 55% versus 27% (P = 0.012) 2
- Regimen IE dikombinasikan dengan vincristine, actinomycin D, dan cyclophosphamide (VAC), pembedahan, dan radiasi 2
Pertimbangan Penting dalam Pemberian Kemoterapi
Intensitas Dosis
- Pemeliharaan intensitas dosis sangat krusial, terutama untuk vincristine dan cyclophosphamide 3
- Pada pasien dewasa, relative dose intensity (RDI) vincristine dan cyclophosphamide cenderung menurun signifikan pada fase maintenance dibandingkan fase induksi 3
- Penurunan dosis terutama disebabkan oleh toksisitas hematologi, infeksi, dan neuropati perifer 3
Peran High-Dose Chemotherapy dengan Autologous Stem Cell Transplant (HDT/ASCT)
- HDT/ASCT TIDAK direkomendasikan untuk rhabdomyosarcoma di luar setting uji klinis 4
- Tidak ada bukti prospektif randomized yang menunjukkan manfaat survival dengan HDT/ASCT pada rhabdomyosarcoma risiko tinggi, metastatik primer, atau penyakit relaps/refrakter 4
- Dua studi prospektif non-randomized besar (MMT4-89 dan MMT4-91) menunjukkan HDT/ASCT sebagai konsolidasi tidak meningkatkan event-free survival atau overall survival pada penyakit metastatik 4
- Bahkan satu studi menunjukkan overall survival yang lebih rendah dengan HDT/ASCT dibandingkan regimen maintenance oral (OS 0.27 vs 0.52, p = 0.03) 4
Algoritma Pemilihan Regimen
Untuk Rhabdomyosarcoma Testis Lokal/Risiko Intermediate:
- Gunakan regimen VDC/EI alternating
- Berikan 4 siklus kemoterapi → terapi lokal (orchiectomy dengan/tanpa radiasi) → lanjutkan 10 siklus kemoterapi tambahan 1
Untuk Penyakit Metastatik:
- Gunakan regimen berbasis ifosfamide/etoposide dikombinasikan dengan VAC
- Hindari regimen yang mengandung melphalan karena membatasi dosis cyclophosphamide dan outcome lebih buruk 2
- Jangan gunakan HDT/ASCT di luar protokol penelitian 4
Peringatan Klinis Penting
- Jangan tunda terapi lokal terlalu lama: Pada studi VDC/EI, tidak ada pasien yang mengalami progresi sebelum terapi lokal minggu ke-12, menunjukkan penundaan hingga waktu tersebut aman 1
- Monitor ketat intensitas dosis: Terutama pada pasien dewasa dan lansia yang cenderung mengalami penurunan RDI pada fase maintenance 3
- Hindari HDT/ASCT: Meskipun beberapa studi retrospektif kecil menunjukkan manfaat potensial, bukti terkuat dari studi prospektif besar tidak mendukung penggunaannya dan bahkan menunjukkan outcome yang lebih buruk 4
- Toksisitas kardiak: Tidak ada toksisitas kardiak yang dilaporkan dengan regimen VDC/EI meskipun mengandung doxorubicin 1