Penggunaan Laser Low Fluence vs High Fluence untuk Café-au-Lait Macules
Untuk café-au-lait macules pada kulit Asia atau pasien dengan risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH), gunakan laser high-fluence Q-switched Nd:YAG 1064-nm (2.2-2.5 J/cm²) dengan teknik sliding-stacking pass, bukan low-fluence, karena terbukti aman dan efektif tanpa menyebabkan PIH atau komplikasi permanen pada populasi ini. 1, 2
Alasan Fisiologis Pemilihan Fluence
High Fluence untuk Café-au-Lait Macules
Mekanisme kerja high-fluence pada kulit:
High-fluence (2.2-2.5 J/cm²) dengan Q-switched Nd:YAG 1064-nm menciptakan selective photothermolysis yang cukup kuat untuk memecah melanin di dermoepidermal junction tanpa merusak struktur kulit sekitarnya 1, 2
Panjang gelombang 1064-nm memiliki penetrasi lebih dalam (6 mm) dibandingkan wavelength yang lebih pendek, memungkinkan targeting melanin yang lebih dalam dengan risiko PIH lebih rendah pada kulit gelap 3
Teknik sliding-stacking pass dengan high-fluence memungkinkan distribusi energi yang merata tanpa menciptakan panas berlebihan yang dapat memicu PIH 1
Kapan Menggunakan Low Fluence
Low-fluence (1.5-2.0 J/cm² untuk 1064-nm, 0.5-1.5 J/cm² untuk 532-nm) digunakan untuk:
Depigmentasi wajah umum (bukan café-au-lait macules spesifik) pada kulit Asia tipe Fitzpatrick IV, dengan hasil memuaskan tetapi risiko PIH 33-35% 4
Peringatan penting: Low-fluence untuk depigmentasi umum masih memiliki risiko PIH yang tidak rendah, meskipun biasanya transien 4
Protokol Spesifik untuk Café-au-Lait Macules pada Kulit Asia
Parameter laser yang direkomendasikan:
- Spot size: 7-7.5 mm 1, 2
- Fluence: 2.2-2.5 J/cm² (high-fluence) 1, 2
- Teknik: Single sliding-stacking pass hingga muncul eritema ringan, BUKAN petechiae 2
- Pulse rate: 10 Hz 1
- Interval: 1-2 minggu 1, 2
- Jumlah sesi: 12-50 sesi (rata-rata 20-24 sesi) 1, 2
Hasil yang diharapkan:
- Semua pasien menunjukkan perbaikan >50% tanpa efek samping permanen seperti scarring, mottled hypopigmentation, atau PIH 1
- Tidak ada rekurensi setelah 12 bulan follow-up 1
Alasan Fisiologis Keamanan pada Kulit Gelap
Mengapa high-fluence aman pada kulit Asia:
Wavelength 1064-nm memiliki absorpsi melanin yang lebih rendah dibandingkan 532-nm, mengurangi risiko kerusakan epidermis yang kaya melanin 3, 5
Dynamic cooling sebelum laser pulse membuat treatment lebih aman dan mengurangi nyeri 3, 5
Teknik sliding-stacking mencegah akumulasi panas berlebihan yang dapat memicu PIH 1
Peringatan Khusus untuk Kulit Gelap
Komplikasi yang harus dihindari:
Atrophic scarring dan hypopigmentation lebih sering terjadi pada individu dengan kompleksi lebih gelap jika parameter tidak tepat 3, 5
Fluence rate >400 mW/cm² dapat menyebabkan hyperthermic injury 3
Hindari menciptakan petechiae saat treatment—hanya eritema ringan yang diinginkan 2
Alternatif untuk Kulit Sangat Gelap (Fitzpatrick IV-V)
Jika high-fluence Q-switched Nd:YAG tidak tersedia atau tidak cocok:
Non-ablative fractional 1550-nm erbium-doped fiber laser menunjukkan >50% clearance pada kulit tipe Fitzpatrick IV-V dengan profil keamanan baik 6
Copper vapour laser (511 nm, 7-22 J/cm²) efektif dengan hasil baik-excellent pada 15 dari 16 pasien, meskipun dapat menyebabkan hiperpigmentasi transien perifer 7
Pitfall yang Harus Dihindari
Jangan gunakan low-fluence untuk café-au-lait macules—tidak cukup energi untuk memecah melanin di dermoepidermal junction secara efektif 1, 2
Jangan gunakan 532-nm wavelength sebagai modalitas utama pada kulit gelap—risiko PIH lebih tinggi karena absorpsi melanin epidermis yang berlebihan 4
Jangan menciptakan petechiae—indikator energi berlebihan yang meningkatkan risiko PIH 2
Jangan menggunakan fluence rate >400 mW/cm²—dapat menyebabkan cedera hipertermik 3