When do we use low fluence laser treatment versus high fluence laser treatment for cafe au lait macules, particularly in patients with Asian skin or those at risk of post-inflammatory hyperpigmentation (PIH)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 21, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penggunaan Laser Low Fluence vs High Fluence untuk Café-au-Lait Macules

Untuk café-au-lait macules pada kulit Asia atau pasien dengan risiko hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH), gunakan laser high-fluence Q-switched Nd:YAG 1064-nm (2.2-2.5 J/cm²) dengan teknik sliding-stacking pass, bukan low-fluence, karena terbukti aman dan efektif tanpa menyebabkan PIH atau komplikasi permanen pada populasi ini. 1, 2

Alasan Fisiologis Pemilihan Fluence

High Fluence untuk Café-au-Lait Macules

Mekanisme kerja high-fluence pada kulit:

  • High-fluence (2.2-2.5 J/cm²) dengan Q-switched Nd:YAG 1064-nm menciptakan selective photothermolysis yang cukup kuat untuk memecah melanin di dermoepidermal junction tanpa merusak struktur kulit sekitarnya 1, 2

  • Panjang gelombang 1064-nm memiliki penetrasi lebih dalam (6 mm) dibandingkan wavelength yang lebih pendek, memungkinkan targeting melanin yang lebih dalam dengan risiko PIH lebih rendah pada kulit gelap 3

  • Teknik sliding-stacking pass dengan high-fluence memungkinkan distribusi energi yang merata tanpa menciptakan panas berlebihan yang dapat memicu PIH 1

Kapan Menggunakan Low Fluence

Low-fluence (1.5-2.0 J/cm² untuk 1064-nm, 0.5-1.5 J/cm² untuk 532-nm) digunakan untuk:

  • Depigmentasi wajah umum (bukan café-au-lait macules spesifik) pada kulit Asia tipe Fitzpatrick IV, dengan hasil memuaskan tetapi risiko PIH 33-35% 4

  • Peringatan penting: Low-fluence untuk depigmentasi umum masih memiliki risiko PIH yang tidak rendah, meskipun biasanya transien 4

Protokol Spesifik untuk Café-au-Lait Macules pada Kulit Asia

Parameter laser yang direkomendasikan:

  • Spot size: 7-7.5 mm 1, 2
  • Fluence: 2.2-2.5 J/cm² (high-fluence) 1, 2
  • Teknik: Single sliding-stacking pass hingga muncul eritema ringan, BUKAN petechiae 2
  • Pulse rate: 10 Hz 1
  • Interval: 1-2 minggu 1, 2
  • Jumlah sesi: 12-50 sesi (rata-rata 20-24 sesi) 1, 2

Hasil yang diharapkan:

  • Semua pasien menunjukkan perbaikan >50% tanpa efek samping permanen seperti scarring, mottled hypopigmentation, atau PIH 1
  • Tidak ada rekurensi setelah 12 bulan follow-up 1

Alasan Fisiologis Keamanan pada Kulit Gelap

Mengapa high-fluence aman pada kulit Asia:

  • Wavelength 1064-nm memiliki absorpsi melanin yang lebih rendah dibandingkan 532-nm, mengurangi risiko kerusakan epidermis yang kaya melanin 3, 5

  • Dynamic cooling sebelum laser pulse membuat treatment lebih aman dan mengurangi nyeri 3, 5

  • Teknik sliding-stacking mencegah akumulasi panas berlebihan yang dapat memicu PIH 1

Peringatan Khusus untuk Kulit Gelap

Komplikasi yang harus dihindari:

  • Atrophic scarring dan hypopigmentation lebih sering terjadi pada individu dengan kompleksi lebih gelap jika parameter tidak tepat 3, 5

  • Fluence rate >400 mW/cm² dapat menyebabkan hyperthermic injury 3

  • Hindari menciptakan petechiae saat treatment—hanya eritema ringan yang diinginkan 2

Alternatif untuk Kulit Sangat Gelap (Fitzpatrick IV-V)

Jika high-fluence Q-switched Nd:YAG tidak tersedia atau tidak cocok:

  • Non-ablative fractional 1550-nm erbium-doped fiber laser menunjukkan >50% clearance pada kulit tipe Fitzpatrick IV-V dengan profil keamanan baik 6

  • Copper vapour laser (511 nm, 7-22 J/cm²) efektif dengan hasil baik-excellent pada 15 dari 16 pasien, meskipun dapat menyebabkan hiperpigmentasi transien perifer 7

Pitfall yang Harus Dihindari

  • Jangan gunakan low-fluence untuk café-au-lait macules—tidak cukup energi untuk memecah melanin di dermoepidermal junction secara efektif 1, 2

  • Jangan gunakan 532-nm wavelength sebagai modalitas utama pada kulit gelap—risiko PIH lebih tinggi karena absorpsi melanin epidermis yang berlebihan 4

  • Jangan menciptakan petechiae—indikator energi berlebihan yang meningkatkan risiko PIH 2

  • Jangan menggunakan fluence rate >400 mW/cm²—dapat menyebabkan cedera hipertermik 3

References

Research

Treatment of café-au-lait macules with a high-fluenced 1064-nm Q-switched neodymium:yttrium aluminum garnet laser.

Journal of cosmetic and laser therapy : official publication of the European Society for Laser Dermatology, 2018

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Laser Management for Post-Inflammatory Hyperpigmentation

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Copper vapour laser treatment of café-au-lait macules.

The British journal of dermatology, 1996

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.