Rekomendasi Vaksinasi HPV untuk Pasien Pasca Tatalaksana Kondiloma Akuminata
Vaksin HPV tetap direkomendasikan untuk pasien yang sudah sembuh dari kondiloma akuminata, dengan rekomendasi berdasarkan usia: vaksinasi rutin untuk semua individu hingga usia 26 tahun tanpa memandang riwayat infeksi HPV sebelumnya, karena vaksin melindungi terhadap tipe HPV lain yang belum terpapar. 1, 2
Prinsip Kunci: Riwayat Kondiloma Bukan Kontraindikasi
- Riwayat kondiloma akuminata secara eksplisit BUKAN merupakan kontraindikasi untuk vaksinasi HPV. 2
- Vaksinasi harus diberikan tanpa memandang riwayat kutil kelamin, hasil tes abnormal, atau hasil tes HPV DNA positif. 2
- Tidak diperlukan tes pra-vaksinasi (misalnya Pap smear atau tes HPV) untuk menentukan kelayakan vaksinasi. 1, 3
Rasional Vaksinasi Meskipun Sudah Ada Riwayat Infeksi
Perlindungan Multi-Tipe HPV
- Kondiloma akuminata umumnya disebabkan oleh HPV tipe 6 dan 11 (sekitar 90% kasus), sedangkan vaksin HPV melindungi terhadap beberapa tipe termasuk tipe onkogenik 16 dan 18 yang menyebabkan sekitar 70% kanker serviks. 2, 4
- Vaksin nonavalen (Gardasil-9) yang saat ini digunakan di Amerika Serikat sejak 2016 melindungi terhadap 9 tipe HPV (6,11,16,18,31,33,45,52,58). 1, 3
- Sebagian besar orang dewasa yang aktif secara seksual telah terpapar beberapa tipe HPV, tetapi tidak semua tipe yang tercakup dalam vaksin. 2, 4
Keterbatasan Penting Vaksin HPV
- Vaksin HPV bersifat profilaksis saja—mencegah infeksi HPV baru tetapi TIDAK mengobati infeksi yang sudah ada atau penyakit terkait HPV. 2, 3
- Vaksin tidak akan membersihkan kutil kelamin yang ada atau mempercepat resolusinya. 2
- Vaksin tidak mengubah rekomendasi skrining kanker serviks. 1, 3
Rekomendasi Berdasarkan Usia
Usia 9-26 Tahun: Rekomendasi Kuat
- Vaksinasi catch-up direkomendasikan untuk semua individu hingga usia 26 tahun yang belum divaksinasi secara adekuat, terlepas dari riwayat kutil kelamin atau aktivitas seksual. 1, 2
- Vaksinasi rutin direkomendasikan pada usia 11-12 tahun, tetapi dapat dimulai sejak usia 9 tahun. 1, 5
- Untuk individu yang memulai vaksinasi sebelum usia 15 tahun: jadwal 2 dosis (0 dan 6-12 bulan). 5, 3
- Untuk individu yang memulai vaksinasi pada usia 15 tahun atau lebih: jadwal 3 dosis (0,1-2, dan 6 bulan). 5, 3
Usia 27-45 Tahun: Pengambilan Keputusan Bersama dengan Catatan Penting
- ACIP merekomendasikan pengambilan keputusan klinis bersama untuk beberapa orang dewasa usia 27-45 tahun yang belum divaksinasi secara adekuat. 1
- Namun, American Cancer Society secara eksplisit TIDAK mendukung rekomendasi ini karena efektivitas rendah dan potensi pencegahan kanker yang minimal pada kelompok usia ini. 1, 2
- Vaksinasi pada usia 27-45 tahun diperkirakan hanya mencegah tambahan 0,5% kasus kanker dibandingkan vaksinasi hingga usia 26 tahun. 2
- Faktor yang mendukung vaksinasi pada usia ini termasuk: memiliki pasangan seksual baru atau mengantisipasi pasangan baru di masa depan, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), atau kondisi immunocompromised. 2
Populasi Khusus yang Perlu Diperhatikan
Laki-laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-laki (LSL)
- LSL harus divaksinasi hingga usia 26 tahun karena mereka sangat mendapat manfaat dari pencegahan kondiloma dan kanker anal. 1, 2
- LSL memiliki risiko tinggi infeksi HPV dan penyakit terkait HPV, dengan insiden neoplasia anal hampir 20 kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki heteroseksual. 1
- Vaksin quadrivalent menunjukkan efikasi 94,9% dalam mencegah infeksi anal persisten oleh HPV 6,11,16, atau 18 pada LSL. 1
Kondisi Immunocompromised
- Semua individu dengan kondisi immunocompromised memerlukan jadwal 3 dosis terlepas dari usia saat memulai vaksinasi. 5, 3
- Efektivitas vaksin mungkin lebih rendah pada individu dengan kondisi immunocompromised tertentu. 5
Waktu Pemberian Vaksin Pasca Tatalaksana Kondiloma
- Vaksinasi dapat diberikan segera setelah kondiloma akuminata sembuh—tidak ada periode tunggu yang diperlukan. 1, 2
- Pedoman tidak menyebutkan penundaan vaksinasi setelah pengobatan kondiloma akuminata. 1
- Yang penting adalah usia pasien, bukan status infeksi HPV saat ini atau sebelumnya. 1, 2
Peringatan Klinis Penting
Jangan Menunda Vaksinasi
- Jangan menunda vaksinasi sambil menunggu "waktu optimal"—sekitar 24% remaja melaporkan aktivitas seksual pada kelas 9 dan 58,1% pada kelas 12. 5, 3
- Insiden kumulatif infeksi HPV mendekati 40% dalam dua tahun pertama setelah hubungan seksual pertama. 3
- Pada laki-laki, insiden infeksi HPV hampir 60% dalam 2 tahun setelah inisiasi seksual. 5
Skrining Tetap Diperlukan
- Meskipun sudah divaksinasi, skrining kanker serviks tetap penting karena vaksin tidak melindungi terhadap semua tipe HPV onkogenik. 5, 3, 4
- Rekomendasi skrining kanker serviks harus tetap diikuti. 1
Kehamilan dan Menyusui
- Vaksinasi harus ditunda hingga setelah kehamilan selesai, tetapi tidak diperlukan tes kehamilan sebelum vaksinasi. 1, 3
- Individu yang sedang menyusui dapat menerima vaksin HPV. 1, 3
Manfaat Pencegahan Kanker
- Vaksinasi HPV dapat mencegah sekitar 28.500 kanker per tahun di Amerika Serikat, termasuk sebagian besar kasus kanker serviks, vulva, vagina, anal, orofaring, dan penis. 3
- Vaksin mencegah 89% kanker anal, 63% kanker penis, dan 72% kanker orofaring pada laki-laki. 5
- 92% dari 34.800 kanker tahunan yang disebabkan HPV di Amerika Serikat dapat dicegah oleh vaksin nonavalen. 1