What are the lesser-known facts about Evans syndrome during pregnancy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: April 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Evans syndrome pada kehamilan adalah kondisi langka yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada ibu dan janin, termasuk peningkatan risiko kelahiran prematur, gangguan pertumbuhan janin, dan kematian janin. Fakta yang jarang diketahui tentang Evans syndrome pada kehamilan adalah bahwa kondisi ini dapat menyebabkan anemia hemolitik autoimun (AIHA) dan trombositopenia imun (ITP) secara bersamaan atau berurutan, yang dapat memperburuk kondisi kehamilan 1. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengelola Evans syndrome pada kehamilan adalah:

  • Penggunaan kortikosteroid sebagai terapi lini pertama, dengan prednison pada dosis 1-2 mg/kg/hari sebagai pilihan utama selama kehamilan karena transfer plasenta yang terbatas 1.
  • Penggunaan intravena immunoglobulin (IVIG) pada dosis 1 g/kg/hari selama 2 hari dapat digunakan dengan aman dalam kasus resistensi steroid 1.
  • Rituximab, suatu antibodi monoklonal, umumnya dihindari selama kehamilan tetapi dapat dipertimbangkan dalam situasi yang mengancam jiwa.
  • Pemantauan yang ketat dengan hitung darah lengkap mingguan sangat penting, dan perencanaan kelahiran harus melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari ahli hematologi, obstetri, dan neonatologi. Patofisiologi yang mendasari melibatkan disregulasi sistem imun, dengan autoantibodi yang menargetkan sel darah merah dan trombosit, yang dapat diperburuk oleh perubahan imunologis yang terjadi secara alami selama kehamilan 1.

From the Research

Fakta tentang Evans Syndrome pada Kehamilan

Beberapa fakta tentang Evans Syndrome pada kehamilan adalah:

  • Evans Syndrome adalah penyakit autoimun langka yang ditandai dengan adanya antibodi yang menyerang sel darah merah dan trombosit tubuh sendiri 2, 3, 4.
  • Penyakit ini dapat didiagnosis dengan pemeriksaan darah lengkap, film darah, dan tes Coombs 2, 4.
  • Evans Syndrome dapat terjadi secara bersamaan atau berurutan dengan Immune Thrombocytopenia (ITP) dan Autoimmune Haemolytic Anaemia (AIHA) 2, 4.
  • Penyakit ini sangat jarang terjadi pada kehamilan, dan hanya beberapa kasus yang telah dipublikasikan dalam literatur medis 2, 3, 4.
  • Pengobatan Evans Syndrome pada kehamilan sangat terbatas karena khawatir tentang efek teratogenik dari agen farmakologis 2, 3, 4.
  • Hasil kehamilan pada pasien dengan Evans Syndrome dapat kurang menguntungkan, dengan beberapa kasus yang dilaporkan memiliki morbiditas dan mortalitas yang signifikan pada janin 4.
  • Namun, dengan pengobatan yang tepat, pasien dengan Evans Syndrome dapat memiliki kehamilan yang sukses dengan respons yang baik terhadap pengobatan konvensional 4.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Evans Syndrome and pregnancy: A case report with literature review.

JPMA. The Journal of the Pakistan Medical Association, 2019

Research

A case of Evan's syndrome in pregnancy refractory to primary treatment options.

The journal of maternal-fetal & neonatal medicine : the official journal of the European Association of Perinatal Medicine, the Federation of Asia and Oceania Perinatal Societies, the International Society of Perinatal Obstetricians, 2007

Research

Evans' syndrome in pregnancy: a systematic literature review and two new cases.

European journal of obstetrics, gynecology, and reproductive biology, 2010

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.