From the Guidelines
Tahapan meneliti an kedokteran melibatkan beberapa fase utama, yaitu fase I, II, dan III, yang ditentukan oleh Food and Drug Administration dalam Code of Federal Regulations, seperti yang dijelaskan dalam studi tahun 2007 oleh 1. Fase-fase ini meliputi:
- Fase I: Penelitian awal pada sekelompok kecil orang (20-80) untuk mengevaluasi keamanan, menentukan dosis yang aman, dan mengidentifikasi efek sampingan.
- Fase II: Penelitian pada sekelompok orang yang lebih besar (100-300) untuk menentukan efektivitas dan mengevaluasi keamanan lebih lanjut.
- Fase III: Penelitian pada sekelompok besar orang (1000-3000) untuk mengkonfirmasi efektivitas, memantau efek sampingan, membandingkan dengan pengobatan yang umum digunakan, dan mengumpulkan informasi untuk memungkinkan penggunaan obat atau pengobatan dengan aman. Dalam melakukan penelitian, para peneliti juga harus mempertimbangkan aspek etika, seperti memperoleh persetujuan etis, menjaga kerahasiaan pasien, dan memperoleh persetujuan informasi dari partisipan. Dengan mengikuti tahapan dan prinsip penelitian yang baik, penelitian kedokteran dapat memberikan kontribusi yang berharga dan dapat diandalkan untuk meningkatkan perawatan pasien dan memajukan ilmu pengetahuan kedokteran.
From the Research
Tahapan Meneliti di Kedokteran
Tahapan meneliti di kedokteran melibatkan beberapa langkah sistematis untuk mengembangkan penelitian yang rigor dan dapat meningkatkan praktik klinis. Berikut adalah beberapa tahapan yang telah diidentifikasi:
- Mengembangkan pertanyaan penelitian yang jelas dan spesifik 2
- Mencari dan mengevaluasi literatur yang relevan 3
- Memilih pendekatan penelitian yang tepat 3
- Memilih metode penelitian yang sesuai 3
- Mengumpulkan data dan menganalisisnya 3
- Menghasilkan dan mengimplementasikan temuan penelitian 3
- Melakukan tinjauan sistematis dan meta-analisis untuk mengintegrasikan bukti yang ada 4
Pentingnya Tahapan Penelitian
Tahapan penelitian yang sistematis sangat penting untuk memastikan bahwa penelitian dilakukan dengan cara yang benar dan dapat diandalkan. Dengan mengikuti tahapan yang telah diidentifikasi, peneliti dapat meningkatkan kualitas penelitian dan menghasilkan temuan yang dapat digunakan untuk meningkatkan praktik klinis 3, 2, 4. Selain itu, tahapan penelitian juga dapat membantu peneliti untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah yang mungkin timbul selama proses penelitian 5.