What is the mechanism of interaction between clopidogrel and aspirin (acetylsalicylic acid) in a patient with a history of heart conditions requiring antiplatelet therapy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: February 4, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Mekanisme Interaksi Clopidogrel dan Aspirin

Clopidogrel dan aspirin bukan merupakan interaksi obat yang merugikan, melainkan kombinasi terapi antiplatelet yang saling melengkapi dengan mekanisme kerja yang berbeda dan menghasilkan efek aditif dalam menghambat agregasi platelet. 1

Mekanisme Kerja Masing-Masing Obat

Aspirin

  • Aspirin menghambat enzim siklooksigenase (COX-1) secara ireversibel, mencegah pembentukan tromboksan A2, yang merupakan vasokonstriktor kuat dan penginduksi agregasi platelet melalui jalur asam arakidonat 1
  • Penghambatan ini bersifat permanen sepanjang masa hidup platelet (7-10 hari) 2

Clopidogrel

  • Clopidogrel mengikat reseptor P2Y12 adenosin difosfat (ADP) pada permukaan platelet secara ireversibel, menghambat aktivasi platelet yang diinduksi ADP melalui jalur yang sepenuhnya berbeda dari aspirin 1, 2
  • Clopidogrel adalah prodrug yang memerlukan aktivasi metabolik oleh enzim sitokrom P450, terutama CYP2C19 2
  • Penghambatan agregasi platelet mencapai steady state antara hari ke-3 hingga ke-7 dengan dosis 75 mg per hari, menghasilkan inhibisi rata-rata 40-60% 2

Efek Kombinasi (Dual Antiplatelet Therapy)

Mekanisme Sinergis

  • Karena aspirin dan clopidogrel bekerja pada jalur aktivasi platelet yang berbeda dan saling melengkapi, kombinasi keduanya menghasilkan efek antiplatelet yang aditif 3, 1
  • Aspirin memblokade jalur COX-1, sementara clopidogrel memblokade jalur ADP, sehingga memberikan penghambatan agregasi platelet yang lebih komprehensif 3

Bukti Klinis Efektivitas

  • Pada pasien sindrom koroner akut tanpa elevasi ST, kombinasi clopidogrel dan aspirin mengurangi kematian kardiovaskular, infark miokard non-fatal, atau stroke sebesar 20% dibandingkan aspirin saja (9,3% vs 11,4%, p<0,001) 3, 4
  • Pada pasien infark miokard dengan elevasi ST (COMMIT trial), penambahan clopidogrel 75 mg pada aspirin 162 mg mengurangi kematian dan kejadian vaskular mayor di rumah sakit sebesar 9% 3

Risiko Perdarahan dengan Kombinasi

Peningkatan Risiko Perdarahan

  • Kombinasi aspirin dan clopidogrel secara signifikan meningkatkan risiko perdarahan mayor dibandingkan aspirin saja (3,7% vs 2,7%, p<0,001) 3, 4
  • Waktu perdarahan meningkat secara signifikan dengan terapi kombinasi, dari 7,6 menit (aspirin saja) menjadi 17,5 menit (aspirin + clopidogrel 150 mg) 5
  • Namun, tidak ada peningkatan signifikan dalam perdarahan yang mengancam jiwa (2% vs 1,8%, p=0,13) atau stroke hemoragik 3

Faktor yang Mempengaruhi Keamanan

  • Penggunaan dosis aspirin rendah (75-100 mg per hari) memberikan perlindungan antitrombotik efektif dengan meminimalkan toksisitas gastrointestinal 1, 6
  • Durasi terapi yang lebih pendek dan tidak menggunakan loading dose clopidogrel (seperti dalam COMMIT trial) berkontribusi pada profil keamanan yang lebih baik 3

Indikasi Klinis Terapi Kombinasi

Indikasi yang Direkomendasikan

  • Sindrom koroner akut tanpa elevasi ST - mengurangi kejadian kardiovaskular mayor 3, 6
  • Infark miokard dengan elevasi ST - mengurangi mortalitas dan kejadian vaskular 3, 6
  • Pasien yang menjalani intervensi koroner perkutan (PCI) - minimal 1 bulan untuk bare-metal stent, minimal 12 bulan untuk drug-eluting stent 6

Kontraindikasi

  • Pasien dengan penyakit kardiovaskular stabil tanpa kejadian akut tidak boleh menerima terapi kombinasi karena peningkatan perdarahan tanpa manfaat mortalitas 1, 6
  • Pasien dengan stroke iskemik atau TIA baru-baru ini tidak mendapat manfaat signifikan tetapi mengalami peningkatan perdarahan yang mengancam jiwa 6

Pertimbangan Penting dalam Praktik Klinis

Dosis Optimal

  • Aspirin: 75-100 mg per hari untuk efektivitas maksimal dengan risiko perdarahan minimal 1, 6
  • Clopidogrel: loading dose 300 mg untuk sindrom koroner akut, kemudian maintenance 75 mg per hari 3, 6

Proteksi Gastrointestinal

  • Semua pasien yang menerima terapi kombinasi memerlukan gastroproteksi dengan proton pump inhibitor (PPI) untuk mengurangi risiko perdarahan gastrointestinal 6
  • Hindari omeprazole atau esomeprazole karena menghambat CYP2C19 secara signifikan, yang mengurangi aktivitas antiplatelet clopidogrel 3, 2

Durasi Terapi

  • Terapi kombinasi harus dilanjutkan maksimal 12 bulan kecuali ada kontraindikasi 6
  • Untuk bare-metal stent: minimal 1 bulan 6
  • Untuk drug-eluting stent: minimal 12 bulan 6

Peringatan Khusus

  • Variabilitas genetik CYP2C19 dapat mengurangi efektivitas clopidogrel - pasien dengan dua alel non-fungsional (poor metabolizers) membentuk lebih sedikit metabolit aktif 2
  • Penghentian clopidogrel meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular, terutama pada pasien dengan stent 2

References

Guideline

Antiplatelet Therapy with Aspirin and Clopidogrel

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Dual Antiplatelet Therapy with Clopidogrel and Aspirin

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2026

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.