Pemberian Steroid pada Pasien Cystic Fibrosis
Steroid oral (prednison 1 mg/kg selang sehari) dapat memperlambat progresivitas penyakit paru pada anak dengan cystic fibrosis, namun penggunaannya harus sangat hati-hati karena risiko efek samping yang signifikan, terutama gangguan pertumbuhan, katarak, dan abnormalitas glukosa. 1, 2
Indikasi Steroid pada Cystic Fibrosis
Steroid Oral untuk Anak
- Prednison 1 mg/kg selang sehari direkomendasikan untuk anak dengan cystic fibrosis karena terbukti memperlambat progresivitas penyakit paru 1, 2
- Pada follow-up 24 bulan, 70.4% pasien yang mendapat prednison 1 mg/kg selang sehari mengalami peningkatan FVC dibandingkan 41.6% pada kelompok plasebo 2
- Perubahan rata-rata FEV1 pada 48 bulan adalah -2% pada kelompok prednison 1 mg/kg selang sehari versus -6% pada plasebo 2
- Dosis tinggi (2 mg/kg selang sehari) TIDAK direkomendasikan karena peningkatan risiko efek samping tanpa manfaat tambahan yang signifikan 1, 2
Steroid Oral untuk Dewasa
- Data tidak cukup untuk merekomendasikan penggunaan steroid oral pada pasien dewasa (≥18 tahun) dengan cystic fibrosis 1
- Studi terbaru menunjukkan bahwa pemberian kortikosteroid sistemik empiris pada eksaserbasi paru akut tidak memberikan perbaikan outcome klinis dibandingkan antibiotik saja 3
Steroid Inhalasi
- Steroid inhalasi TIDAK direkomendasikan secara rutin untuk pasien cystic fibrosis usia >6 tahun tanpa asma atau ABPA 1, 4
- Steroid inhalasi tidak terbukti memperbaiki fungsi paru (FEV1 atau FVC) pada pasien cystic fibrosis 1
- Indikasi steroid inhalasi terbatas pada: 4
- Manifestasi paru dengan wheezing
- Riwayat atopi personal
- Hiperresponsivitas bronkial
- Dosis steroid inhalasi harus sama dengan yang digunakan pada asma, dengan prinsip menggunakan dosis efektif terendah 4
Indikasi Khusus: ABPA pada Cystic Fibrosis
Terapi Lini Pertama
- Kortikosteroid oral atau azol merupakan agen pilihan untuk CF-ABPA 5
- Kombinasi kortikosteroid oral dengan itrakonazol oral selama 12 minggu efektif untuk CF-ABPA 5
- Metilprednisolon intravena bulanan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk membatasi toksisitas kortikosteroid harian 5
Pertimbangan Khusus pada CF-ABPA
- Kortikosteroid dapat menginduksi diabetes melitus dengan konsekuensi serius pada pasien CF 5
- Monitoring kadar obat (therapeutic drug monitoring) sangat penting saat menggunakan kapsul itrakonazol karena absorpsi yang buruk pada CF 5
- Formulasi itrakonazol super bioavailable dapat mencapai respons terapeutik pada 81% pasien CF-ABPA 5
- Posaconazole mencapai kadar terapeutik dan respons klinis yang baik pada CF-ABPA 5
Monitoring dan Efek Samping
Efek Samping yang Harus Dimonitor
- Gangguan pertumbuhan linear: dapat terjadi sejak 6 bulan pada dosis 2 mg/kg selang sehari, dan sejak 24 bulan pada dosis 1 mg/kg selang sehari 2
- Katarak: risiko meningkat dengan penggunaan jangka panjang 1, 2
- Abnormalitas glukosa: termasuk risiko diabetes melitus, terutama penting pada pasien CF 5, 1, 2
- Osteoporosis: perlu dipertimbangkan pada penggunaan >3 bulan 1
Protokol Monitoring
- Untuk penggunaan steroid inhalasi dosis tinggi >6 bulan: 4
- Monitor densitas mineral tulang
- Monitor aksis hipotalamus-pituitari-adrenal, terutama jika itrakonazol diberikan bersamaan
- Tidak perlu meningkatkan frekuensi analisis sputum bakterial/fungal atau pemeriksaan mata rutin untuk steroid inhalasi dosis standar 4
- Untuk CF-ABPA: monitor kadar IgE total untuk menilai respons terapi 5
Peringatan Penting
Kontraindikasi Relatif
- Usia >70 tahun 5
- Obesitas ekstrem 5
- Penyakit penyerta mayor (penyakit jantung, diabetes melitus, osteoporosis) 5
- Gangguan fungsi paru berat 5
Pitfall yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan steroid sebagai terapi lini pertama untuk eksaserbasi paru akut pada pasien CF dewasa tanpa ABPA 3
- Jangan gunakan steroid inhalasi secara empiris tanpa indikasi spesifik (asma, ABPA, atau wheezing dengan atopi) 1, 4
- Jangan gunakan dosis tinggi (2 mg/kg selang sehari) karena risiko efek samping yang tidak sebanding dengan manfaat 1, 2
- Satu studi jangka panjang dihentikan lebih awal karena kejadian efek samping yang signifikan, dengan kelompok 2 mg/kg dihentikan terlebih dahulu diikuti kelompok 1 mg/kg 2
Analisis Risiko-Manfaat
- Manfaat perlambatan progresivitas penyakit paru harus ditimbang dengan risiko gangguan pertumbuhan, katarak, dan abnormalitas metabolik 1, 2
- Pada anak, pertimbangan khusus harus diberikan pada potensi gangguan pertumbuhan 1, 2
- Evaluasi ulang berkala diperlukan untuk memastikan manfaat terapi masih melebihi risiko 2