Penggunaan Steroid pada Pasien Cystic Fibrosis
Rekomendasi Utama
Cystic Fibrosis Foundation merekomendasikan TIDAK menggunakan kortikosteroid oral secara kronik untuk pasien CF berusia 6-18 tahun tanpa asma atau ABPA, karena efek samping yang serius melebihi manfaat klinisnya. 1
Penggunaan Steroid Oral Kronik (>30 hari)
Pada Anak dan Remaja (6-18 tahun)
Tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin karena:
- Meskipun prednison 1 mg/kg selang sehari dapat memperlambat penurunan fungsi paru (FEV1 tetap 82.7% pada 48 bulan vs 73.8% pada kelompok plasebo), efek samping yang terjadi sangat signifikan 1
- Efek samping yang menyebabkan penghentian dini studi meliputi: abnormalitas metabolisme glukosa, katarak, retardasi pertumbuhan linear, dan peningkatan kolonisasi P. aeruginosa 1
- Retardasi pertumbuhan linear terlihat sejak 6 bulan pada dosis 2 mg/kg selang sehari, dan sejak 24 bulan pada dosis 1 mg/kg selang sehari 1, 2
- Grade rekomendasi: D (net benefit negatif) 1
Pada Dewasa (≥18 tahun)
Tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan penggunaan steroid oral pada dewasa dengan CF 1, 3
- Hanya satu studi kecil (20 pasien) menggunakan prednisolon 30 mg/hari selama 3 minggu tanpa menunjukkan perubahan fungsi paru atau kualitas hidup 1
- Kekhawatiran khusus pada dewasa: risiko osteoporosis dan diabetes mellitus, yang merupakan komplikasi CF yang sudah dikenal 1
Penggunaan Steroid untuk Eksaserbasi Akut
Tidak ada bukti yang cukup untuk merekomendasikan penggunaan rutin kortikosteroid sistemik pada eksaserbasi akut paru CF 1
- Hanya dua studi kecil yang tersedia dengan jumlah pasien dan perbedaan yang minimal 1
- Studi terbaru (2024) pada 982 episode eksaserbasi menunjukkan bahwa kortikosteroid sistemik (digunakan pada 17% kasus) tidak menghasilkan perbaikan FEV1 yang lebih baik, tidak memperpanjang waktu hingga eksaserbasi berikutnya, dan tidak memberikan perbaikan gejala yang lebih substansial dibanding antibiotik saja 4
- Grade rekomendasi: I (insufficient evidence) 1
Penggunaan Steroid Inhalasi
Pada Pasien CF Tanpa Asma atau ABPA
Cystic Fibrosis Foundation secara eksplisit merekomendasikan TIDAK menggunakan kortikosteroid inhalasi secara rutin pada pasien CF usia >6 tahun tanpa asma atau ABPA 3, 5
- Multiple studi klinis melibatkan 388 pasien menunjukkan tidak ada perbaikan signifikan pada FEV1 atau FVC 5
- Studi withdrawal pada 171 pasien tidak menunjukkan perbedaan waktu hingga eksaserbasi antara kelompok yang melanjutkan kortikosteroid inhalasi vs plasebo 5
- Grade rekomendasi: D 1
Indikasi Terbatas untuk Steroid Inhalasi
Kortikosteroid inhalasi HANYA dapat dipertimbangkan pada pasien CF dengan:
- Wheezing DAN riwayat atopi personal 3, 6
- Asma bersamaan 3, 5, 6
- Hiperresponsivitas bronkial yang terdokumentasi 6
Dosis: Sama dengan dosis yang digunakan untuk asma, disesuaikan untuk mengontrol gejala dengan dosis efektif terendah 6
Penggunaan Steroid pada CF-ABPA (Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis)
Ini adalah SATU-SATUNYA indikasi yang jelas untuk penggunaan kortikosteroid sistemik pada CF:
Terapi Lini Pertama
- Kortikosteroid oral ATAU agen antijamur azole 3
- Regimen yang efektif: Kortikosteroid oral selama 12 minggu dikombinasi dengan itraconazole untuk mencapai remisi klinis CF-ABPA 3
Alternatif untuk Mengurangi Toksisitas
- Metilprednisolon intravena bulanan dapat dipertimbangkan sebagai alternatif kortikosteroid oral harian untuk mengurangi toksisitas sistemik kumulatif 3
Monitoring dan Pertimbangan Khusus
- IgE total harus diukur secara periodik untuk mengevaluasi respons terapi 3
- Kortikosteroid sistemik dapat menginduksi diabetes mellitus, memerlukan monitoring metabolik yang ketat 3
- Therapeutic drug monitoring itraconazole esensial karena pasien CF memiliki gangguan absorpsi obat 3
- Formulasi itraconazole super-bioavailable mencapai respons terapeutik pada sekitar 81% pasien CF-ABPA 3
- Posaconazole juga mencapai konsentrasi serum terapeutik dan menghasilkan outcome klinis yang baik pada CF-ABPA 3
Kontraindikasi Relatif Kortikosteroid Sistemik pada CF
Hindari atau gunakan dengan sangat hati-hati pada:
- Usia >70 tahun 3
- Obesitas ekstrem 3
- Komorbid mayor: penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, atau osteoporosis 3
- Disfungsi paru berat 3
Monitoring Efek Samping
Jika kortikosteroid inhalasi dosis tinggi digunakan >6 bulan, monitor:
- Densitas mineral tulang 6
- Aksis hipotalamus-pituitari-adrenal, terutama jika itraconazole diberikan bersamaan 6
- Tidak perlu meningkatkan frekuensi analisis sputum bakterial/jamur atau pemeriksaan mata rutin, kecuali ada indikasi klinis 6
Peringatan Penting
- Jangan gunakan kortikosteroid oral kronik untuk "anti-inflamasi" pada CF tanpa ABPA - risiko melebihi manfaat 1
- Jangan gunakan kortikosteroid inhalasi sebagai terapi lini pertama untuk ABPA - kortikosteroid sistemik atau azole lebih tepat 3
- Jangan berharap kortikosteroid akan memperbaiki outcome pada eksaserbasi akut - fokus pada terapi antibiotik yang adekuat 4
- Pertumbuhan catch-up dimulai 2 tahun setelah penghentian terapi steroid, tetapi penggunaan selang sehari dapat mengganggu pertumbuhan hingga dewasa pada anak laki-laki 2