From the Guidelines
Pasien yang direncanakan untuk melakukan bone scan dapat menjalani kemoterapi, tetapi pertimbangan waktu sangat penting. Idealnya, kemoterapi harus dijadwalkan sebelum bone scan atau setidaknya 1-2 minggu setelah scan untuk menghindari interferensi potensial dengan hasil scan. Beberapa agen kemoterapi dapat mempengaruhi metabolisme tulang atau aliran darah sementara, yang mungkin mempengaruhi akurasi interpretasi scan tulang. Selain itu, pasien yang menjalani kedua prosedur harus memastikan hidrasi yang cukup, karena ini penting untuk toleransi kemoterapi dan pencitraan scan tulang yang optimal. Radiotracer yang digunakan dalam scan tulang (biasanya teknisium-99m) tidak contraindicated dengan obat kemoterapi, tetapi koordinasi waktu pengobatan ini membantu memastikan informasi diagnostik yang paling akurat sambil mempertahankan pengobatan kanker yang efektif. Jika pasien menerima kedua pengobatan, tim onkologi dan kedokteran nuklir harus berkomunikasi untuk menetapkan jadwal optimal untuk kedua prosedur, seperti yang disarankan oleh panel ahli Eropa pada tahun 2009 1.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan bone scan dan kemoterapi secara bersamaan, antara lain:
- Kemoterapi dapat mempengaruhi hasil scan tulang, sehingga perlu dijadwalkan dengan hati-hati.
- Pasien harus memastikan hidrasi yang cukup untuk menghindari komplikasi.
- Radiotracer yang digunakan dalam scan tulang aman digunakan dengan obat kemoterapi.
- Koordinasi antara tim onkologi dan kedokteran nuklir sangat penting untuk memastikan pengobatan yang efektif dan aman.
Dalam melakukan keputusan, perlu mempertimbangkan morbidity, mortalitas, dan kualitas hidup pasien, serta memastikan bahwa pengobatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien, seperti yang disarankan oleh panel ahli Eropa pada tahun 2009 1.
From the Research
Kemoterapi dan Pemeriksaan Bone Scan
- Pasien dengan rencana bone scan tidak harus secara otomatis tidak boleh menjalani kemoterapi, karena kemoterapi dapat membantu mengobati kanker yang telah menyebar ke tulang 2.
- Namun, perlu diingat bahwa bone scan dapat menunjukkan hasil yang tidak akurat jika dilakukan terlalu awal setelah kemoterapi, karena kemoterapi dapat menyebabkan peradangan pada tulang yang dapat terdeteksi sebagai lesi baru pada bone scan 2.
- Oleh karena itu, penting untuk melakukan interpretasi hasil bone scan dengan hati-hati dan mempertimbangkan hasil klinis dan radiologis lainnya untuk menghindari penghentian kemoterapi yang tidak tepat 2.
- Selain itu, terdapat bukti bahwa whole-body MRI lebih akurat daripada bone scintigraphy dalam mendeteksi metastasis tulang pada pasien kanker payudara 3, 4.
- Kemoterapi sendiri memiliki tujuan yang beragam, termasuk kuratif, paliatif, atau adjuvant, dan dapat memiliki efek sampingan yang beragam, seperti kelelahan, mual, muntah, dan kerontokan rambut 5, 6.