What are the causes of green gastric fluid in a sick dog?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 17, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Penyebab Cairan Lambung Hijau pada Anjing yang Sedang Sakit

Cairan lambung berwarna hijau pada anjing yang sakit disebabkan oleh refluks duodenogastrik (aliran balik cairan empedu dari duodenum ke dalam lambung), yang mengindikasikan adanya gangguan motilitas gastrointestinal atau iritasi mukosa lambung.

Mekanisme Utama

Warna hijau pada cairan lambung berasal dari empedu (bile) yang seharusnya berada di duodenum tetapi mengalir balik ke lambung 1, 2. Kondisi ini terjadi karena:

1. Bilious Vomiting Syndrome (BVS)

  • Kondisi paling umum yang menyebabkan muntah cairan empedu pada anjing 2
  • Terjadi akibat refluks cairan duodenal ke dalam lumen lambung yang menyebabkan iritasi mukosa
  • Biasanya terjadi pada pagi hari atau saat perut kosong dalam waktu lama
  • Paling sering ditemukan pada anjing muda, ras campuran, jantan yang dikebiri 2

2. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

  • Refluks asam lambung dan empedu dapat menyebabkan muntah cairan hijau 3, 4
  • Tanda klinis meliputi: regurgitasi, ketidaknyamanan/nyeri, ptyalisme (air liur berlebihan) 3
  • Dapat menyebabkan esofagitis dan bahkan disfungsi laring 4

3. Gastritis dengan Refluks Duodenogastrik

  • Refluks empedu yang berlebihan berperan dalam patogenesis gastritis pada anjing 1
  • Temuan endoskopi: cairan lambung berwarna empedu, lipatan rugal yang menebal dan merah, petechiae pada mukosa antrum 1
  • Dapat disertai hiposekresi asam lambung dan pengosongan lambung yang tertunda 1

4. Obstruksi Gastrointestinal Atas

  • Obstruksi dapat menyebabkan muntah cairan empedu karena akumulasi cairan duodenal 5
  • Meskipun alkalosis metabolik sering dikaitkan dengan obstruksi GI atas, prevalensinya hanya sekitar 22% 5

5. Gastric Dilatation-Volvulus (GDV)

  • Kondisi darurat yang mengancam jiwa dengan distensi lambung dan malposisi 6, 7
  • Dapat menyebabkan muntah atau retching non-produktif dengan cairan berwarna hijau
  • Lebih sering pada ras besar dan giant breed, terutama German Shepherd 7

Pendekatan Diagnostik

Evaluasi harus mencakup:

  • Riwayat spesifik: Waktu muntah (pagi hari mengarah ke BVS), frekuensi pemberian makan, jenis makanan, riwayat penyakit sistemik
  • Pemeriksaan fisik: Tanda dehidrasi, nyeri abdomen, distensi lambung (untuk GDV)
  • Endoskopi: Untuk mengidentifikasi refluks empedu, gastritis, esofagitis 1, 3
  • Biopsi mukosa: Menilai perubahan hiperplastik lapisan basal, papila stroma, tanda gastritis atau enteritis 1, 3
  • Tes refluks duodenogastrik: Jika tersedia 1

Manajemen Terapi

Untuk BVS dan Refluks Duodenogastrik:

  • Pemberian makan sering dengan porsi kecil, terutama makanan malam yang terlambat 2
  • Pengurang asam lambung: Omeprazole atau pantoprazole 2, 3
  • Prokinetik: Untuk memperbaiki motilitas gastrointestinal 2
  • Gastroprotektor: Sucralfate untuk melindungi mukosa 2
  • Respons terapi biasanya terlihat dalam 3-6 minggu 3

Untuk GERD:

  • Kombinasi antasid dan terapi antimikroba jika ada kolonisasi Helicobacter 4
  • Prednison (1 mg/kg, PO, setiap 12 jam) jika ada enteritis limfositik/plasmositik 4
  • Diet protein novel 4

Untuk GDV (Darurat Bedah):

  • Stabilisasi syok dan dekompresi lambung segera 6
  • Pembedahan gastropeksi untuk mencegah rekurensi 6, 7
  • Tingkat kelangsungan hidup dengan terapi bedah: 86.4% 7

Peringatan Penting

  • Jangan abaikan muntah empedu berulang - dapat mengindikasikan kondisi serius seperti adenokarsinoma lambung, hepatopati, atau penyakit sistemik lain 2
  • GDV adalah darurat absolut - memerlukan intervensi bedah segera untuk mencegah kematian 6, 7
  • Diagnosis BVS sering dibuat tanpa evaluasi diagnostik yang memadai - pertimbangkan diagnosis eksklusi yang tepat 2
  • Refluks duodenogastrik dapat menyebabkan komplikasi respirasi melalui aspirasi dan laringitis 4

Jika anjing menunjukkan tanda-tanda syok, distensi abdomen berat, atau retching non-produktif bersamaan dengan cairan hijau, segera rujuk untuk evaluasi GDV karena ini adalah kondisi yang mengancam jiwa dengan jendela terapi yang sangat sempit.

References

Research

Duodenogastric reflux in the dog, a clinicopathological study.

Research in veterinary science, 1982

Research

Bilious Vomiting Syndrome in Dogs: Retrospective Study of 20 Cases (2002-2012).

Journal of the American Animal Hospital Association, 2016

Research

Gastro-oesophageal reflux disease in 20 dogs (2012 to 2014).

The Journal of small animal practice, 2017

Research

Gastroesophageal reflux and laryngeal dysfunction in a dog.

Journal of the American Veterinary Medical Association, 2012

Research

Gastric dilatation-volvulus in dogs.

New Zealand veterinary journal, 2003

Research

Gastric Dilatation-Volvulus in Dogs: Analysis of 130 Cases in a Single Institution.

Animals : an open access journal from MDPI, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.