Penyebab Cairan Lambung Hijau pada Anjing yang Sedang Sakit
Cairan lambung berwarna hijau pada anjing yang sakit disebabkan oleh refluks duodenogastrik (aliran balik cairan empedu dari duodenum ke dalam lambung), yang mengindikasikan adanya gangguan motilitas gastrointestinal atau iritasi mukosa lambung.
Mekanisme Utama
Warna hijau pada cairan lambung berasal dari empedu (bile) yang seharusnya berada di duodenum tetapi mengalir balik ke lambung 1, 2. Kondisi ini terjadi karena:
1. Bilious Vomiting Syndrome (BVS)
- Kondisi paling umum yang menyebabkan muntah cairan empedu pada anjing 2
- Terjadi akibat refluks cairan duodenal ke dalam lumen lambung yang menyebabkan iritasi mukosa
- Biasanya terjadi pada pagi hari atau saat perut kosong dalam waktu lama
- Paling sering ditemukan pada anjing muda, ras campuran, jantan yang dikebiri 2
2. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
- Refluks asam lambung dan empedu dapat menyebabkan muntah cairan hijau 3, 4
- Tanda klinis meliputi: regurgitasi, ketidaknyamanan/nyeri, ptyalisme (air liur berlebihan) 3
- Dapat menyebabkan esofagitis dan bahkan disfungsi laring 4
3. Gastritis dengan Refluks Duodenogastrik
- Refluks empedu yang berlebihan berperan dalam patogenesis gastritis pada anjing 1
- Temuan endoskopi: cairan lambung berwarna empedu, lipatan rugal yang menebal dan merah, petechiae pada mukosa antrum 1
- Dapat disertai hiposekresi asam lambung dan pengosongan lambung yang tertunda 1
4. Obstruksi Gastrointestinal Atas
- Obstruksi dapat menyebabkan muntah cairan empedu karena akumulasi cairan duodenal 5
- Meskipun alkalosis metabolik sering dikaitkan dengan obstruksi GI atas, prevalensinya hanya sekitar 22% 5
5. Gastric Dilatation-Volvulus (GDV)
- Kondisi darurat yang mengancam jiwa dengan distensi lambung dan malposisi 6, 7
- Dapat menyebabkan muntah atau retching non-produktif dengan cairan berwarna hijau
- Lebih sering pada ras besar dan giant breed, terutama German Shepherd 7
Pendekatan Diagnostik
Evaluasi harus mencakup:
- Riwayat spesifik: Waktu muntah (pagi hari mengarah ke BVS), frekuensi pemberian makan, jenis makanan, riwayat penyakit sistemik
- Pemeriksaan fisik: Tanda dehidrasi, nyeri abdomen, distensi lambung (untuk GDV)
- Endoskopi: Untuk mengidentifikasi refluks empedu, gastritis, esofagitis 1, 3
- Biopsi mukosa: Menilai perubahan hiperplastik lapisan basal, papila stroma, tanda gastritis atau enteritis 1, 3
- Tes refluks duodenogastrik: Jika tersedia 1
Manajemen Terapi
Untuk BVS dan Refluks Duodenogastrik:
- Pemberian makan sering dengan porsi kecil, terutama makanan malam yang terlambat 2
- Pengurang asam lambung: Omeprazole atau pantoprazole 2, 3
- Prokinetik: Untuk memperbaiki motilitas gastrointestinal 2
- Gastroprotektor: Sucralfate untuk melindungi mukosa 2
- Respons terapi biasanya terlihat dalam 3-6 minggu 3
Untuk GERD:
- Kombinasi antasid dan terapi antimikroba jika ada kolonisasi Helicobacter 4
- Prednison (1 mg/kg, PO, setiap 12 jam) jika ada enteritis limfositik/plasmositik 4
- Diet protein novel 4
Untuk GDV (Darurat Bedah):
- Stabilisasi syok dan dekompresi lambung segera 6
- Pembedahan gastropeksi untuk mencegah rekurensi 6, 7
- Tingkat kelangsungan hidup dengan terapi bedah: 86.4% 7
Peringatan Penting
- Jangan abaikan muntah empedu berulang - dapat mengindikasikan kondisi serius seperti adenokarsinoma lambung, hepatopati, atau penyakit sistemik lain 2
- GDV adalah darurat absolut - memerlukan intervensi bedah segera untuk mencegah kematian 6, 7
- Diagnosis BVS sering dibuat tanpa evaluasi diagnostik yang memadai - pertimbangkan diagnosis eksklusi yang tepat 2
- Refluks duodenogastrik dapat menyebabkan komplikasi respirasi melalui aspirasi dan laringitis 4
Jika anjing menunjukkan tanda-tanda syok, distensi abdomen berat, atau retching non-produktif bersamaan dengan cairan hijau, segera rujuk untuk evaluasi GDV karena ini adalah kondisi yang mengancam jiwa dengan jendela terapi yang sangat sempit.