What is the difference between domperidone and metoclopramide?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 6, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Perbedaan Domperidone dan Metoclopramide

Domperidone adalah pilihan yang lebih aman untuk penggunaan jangka panjang karena tidak menembus sawar darah otak dengan mudah, sehingga memiliki risiko efek samping sistem saraf pusat yang jauh lebih rendah dibandingkan metoclopramide. 1, 2

Mekanisme Kerja dan Penetrasi Sistem Saraf Pusat

Kedua obat adalah antagonis reseptor dopamin D2, tetapi perbedaan utamanya terletak pada penetrasi ke otak:

  • Domperidone tidak mudah menembus sawar darah otak, sehingga bekerja terutama di perifer pada chemoreceptor trigger zone dan saluran pencernaan 1, 2
  • Metoclopramide menembus sawar darah otak dengan mudah, menyebabkan antagonisme dopamin sentral dan perifer 3, 2

Profil Efek Samping

Domperidone

  • Risiko ekstrapramidal sangat rendah karena penetrasi minimal ke sistem saraf pusat 1, 2
  • Efek samping utama adalah risiko perpanjangan QT dan aritmia jantung (terutama dengan dosis tinggi atau pemberian intravena) 4, 5
  • Tidak menyebabkan sedasi, depresi, atau halusinasi 1
  • Profil keamanan sangat baik untuk penggunaan jangka panjang 2, 6

Metoclopramide

  • Risiko tinggi efek samping ekstrapramidal termasuk distonia akut, akatisia, dan diskinesia tardif yang berpotensi ireversibel 4, 7
  • Dapat menyebabkan somnolen, depresi, dan halusinasi 4
  • Memerlukan monitoring ketat untuk perkembangan gangguan gerakan 7
  • FDA hanya menyetujui metoclopramide untuk gastroparesis, menunjukkan perhatian terhadap profil keamanannya 4

Efikasi Klinis

Kedua obat memiliki efikasi yang sebanding untuk:

  • Mual dan muntah dari berbagai penyebab 1, 8
  • Gastroparesis 4, 2
  • Dispepsia fungsional 4, 2

Beberapa studi menunjukkan domperidone superior terhadap metoclopramide, terutama pada populasi pediatrik 9 dan dalam kontrol gejala dispepsia kronis 1, 8

Dosis dan Pemberian

Domperidone

  • Dosis awal: 10 mg tiga kali sehari 4, 5
  • Dosis maksimal: 20 mg tiga sampai empat kali sehari 4, 5
  • Waktu pemberian: 30 menit sebelum makan dan sebelum tidur 10
  • Peringatan: Hindari dosis di atas 10 mg tiga kali sehari jika memungkinkan untuk meminimalkan risiko kardiak 4, 5

Metoclopramide

  • Dosis: 5-20 mg tiga sampai empat kali sehari 4
  • Onset kerja: 30-60 menit untuk oral, 10-15 menit untuk intramuskular 3
  • Durasi kerja: 1-2 jam 3

Pertimbangan Khusus Populasi

Pasien Kanker

  • Kedua obat efektif untuk mual dan muntah akibat kemoterapi 4, 5
  • Domperidone dapat ditambahkan ke regimen antiemetik standar untuk kasus refrakter 5

Pasien Pediatrik

  • Domperidone lebih disukai karena tidak menyebabkan efek samping ekstrapramidal pada anak-anak 1, 9
  • Studi menunjukkan domperidone secara signifikan lebih superior daripada metoclopramide pada anak-anak dengan muntah kronis 9

Pasien dengan Penyakit Parkinson

  • Domperidone adalah pilihan utama karena tidak memperburuk gejala ekstrapramidal 1
  • Dapat memungkinkan dosis levodopa atau bromokriptin yang lebih tinggi dengan mengendalikan efek samping perifer 1

Ketersediaan dan Status Regulasi

  • Metoclopramide: Satu-satunya obat yang disetujui FDA untuk gastroparesis di Amerika Serikat 4
  • Domperidone: Tersedia secara luas di banyak negara; di Amerika Serikat memerlukan protokol investigational new drug application 4, 2

Algoritma Pemilihan Obat

Pilih Domperidone jika:

  • Diperlukan terapi jangka panjang 2, 6
  • Pasien berisiko efek samping neurologis 1, 2
  • Pasien pediatrik 9
  • Pasien dengan Parkinson atau yang menggunakan obat antipsikotik 1

Pilih Metoclopramide jika:

  • Domperidone tidak tersedia 4
  • Diperlukan onset kerja yang lebih cepat (pemberian parenteral) 3
  • Terapi jangka pendek (kurang dari 12 minggu) 7

Peringatan Penting:

  • Untuk domperidone: Monitor EKG pada pasien dengan faktor risiko perpanjangan QT 5
  • Untuk metoclopramide: Monitor ketat untuk tanda-tanda gangguan gerakan, hentikan segera jika terjadi 7

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Domperidone for Nausea and Vomiting Treatment

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Safety of prolonged use of metoclopramide and domperidone as treatment for chronic gastrointestinal dysmotility disorders in patients with systemic sclerosis.

Saudi pharmaceutical journal : SPJ : the official publication of the Saudi Pharmaceutical Society, 2024

Guideline

Metoclopramide Side Effects and Alternatives

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Optimal Timing for Domperidone Administration

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.