What is the relationship between depression and motor symptoms in Parkinson's disease?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 9, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Hubungan Depresi dan Gangguan Motorik pada Penyakit Parkinson

Depresi pada penyakit Parkinson memiliki hubungan dua arah dengan gangguan motorik: depresi memperburuk gejala motorik dan keparahan gejala motorik meningkatkan risiko depresi, dengan keparahan motorik menjadi prediktor independen untuk depresi.

Prevalensi dan Dampak Klinis

  • Depresi terjadi pada 31,8-66% pasien Parkinson, menjadikannya salah satu gejala non-motorik paling umum 1, 2
  • Depresi dapat muncul sebelum onset gejala motorik atau pada stadium manapun dari penyakit 3, 4
  • Bahkan depresi ringan memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup pasien dan beban caregiver 3, 5

Hubungan Depresi dengan Keparahan Gejala Motorik

Faktor Motorik yang Meningkatkan Risiko Depresi

  • Keparahan gejala motorik (skor MDS UPDRS Part III) adalah prediktor independen untuk depresi dengan odds ratio 2,69 2
  • Stadium Hoehn dan Yahr yang lebih tinggi berkorelasi signifikan dengan peningkatan risiko depresi 1, 2
  • Skor Unified Parkinson's Disease Rating Scale (UPDRS) yang lebih tinggi menunjukkan hubungan kuat dengan depresi 1
  • Pasien dengan fluktuasi motorik dan diskinesia lebih rentan mengalami depresi 6

Mekanisme Neurobiologis yang Mendasari

  • Disfungsi sistem monoaminergik (dopaminergik, serotonergik, dan noradrenergik) menghubungkan gejala motorik dan depresi 3, 4
  • Gangguan jaringan limbik dan sirkuit striato-thalamic-prefrontal berkontribusi pada kedua manifestasi motorik dan mood 3, 4
  • Evolusi disfungsi serotonergik, noradrenergik, dan dopaminergik bervariasi tergantung stadium penyakit 3

Dampak Depresi terhadap Fungsi Motorik

  • Depresi mengurangi kemampuan pasien untuk berpartisipasi aktif dalam terapi rehabilitasi, memperpanjang pemulihan 7
  • Pasien depresi menunjukkan lebih banyak keterbatasan fisik dan gejala yang lebih sering meskipun beban iskemia yang sama 7
  • Depresi memprediksi pasien yang tidak menunjukkan perbaikan status fungsional setelah intervensi 7

Faktor Risiko Tambahan untuk Depresi pada Parkinson

Faktor Spesifik Penyakit

  • Dosis levodopa ekuivalen harian yang lebih tinggi 6, 1
  • Komorbiditas: ansietas, gangguan memori, halusinasi, gangguan tidur, hipotensi postural 1
  • Status nutrisi: malnutrisi dan ansietas/depresi saling memprediksi 6

Faktor Non-Spesifik

  • Jenis kelamin perempuan (odds ratio 1,83) 2
  • Tingkat pendidikan lebih rendah 1, 2
  • Tinggal sendiri 6, 2
  • Usia lebih tua saat diagnosis 6

Pertimbangan Khusus untuk Deep Brain Stimulation (DBS)

  • Jika ada kekhawatiran signifikan tentang risiko depresi pada pasien yang menjalani DBS, pertimbangkan stimulasi GPi daripada STN 7
  • Studi Class I menunjukkan GPi DBS memiliki risiko depresi lebih rendah dibanding STN DBS 7
  • Pasien DBS memerlukan monitoring ketat untuk penambahan berat badan yang dapat mempengaruhi mood 6

Implikasi untuk Manajemen Klinis

Skrining dan Diagnosis

  • Skrining sistematis untuk depresi harus dilakukan pada semua pasien Parkinson menggunakan skala validasi seperti Geriatric Depression Scale (GDS-15) 5
  • Gejala depresi memerlukan pengobatan terlepas dari keparahannya 5
  • Penting membedakan antara anhedonia, apati, dan depresi karena tidak selalu terkait 5

Strategi Pengobatan

  • Optimalisasi terapi penggantian dopamin dan evaluasi gejala motorik merupakan langkah pertama yang penting sebelum intervensi antidepresan 3
  • Untuk depresi sedang hingga berat: dual serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (desipramine, nortriptyline, venlafaxine) 3
  • Pilihan lain: SSRI (terutama sertraline), vortioxetine, bupropion, mirtazapine 5
  • Agonis dopamin (pramipexole, ropinirole, rotigotine) dapat membantu mood dan motorik 5
  • Aktivitas fisik harus direkomendasikan untuk semua pasien 3

Peringatan Penting

  • Depresi sering underdiagnosed karena overlap gejala neurovegetatif (gangguan tidur, penurunan nafsu makan, fatigue) dengan gejala Parkinson 7, 2
  • Hindari tricyclic antidepressants dan kombinasi MAO-B inhibitors dengan obat serotonergik karena efek samping serius 5
  • Defisit kognitif dan afasia dapat menyulitkan penilaian depresi, memerlukan informasi dari multiple sources 7
  • Monitoring nutrisi penting karena status nutrisi berkorelasi terbalik dengan kualitas hidup, terutama domain mobilitas dan kesejahteraan emosional 7, 6

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.