Apakah Harus Biopsi Hati?
Biopsi hati tidak selalu diperlukan—keputusan untuk melakukan biopsi bergantung pada apakah informasi histologis akan mengubah keputusan pengobatan, tingkat keparahan penyakit yang dicurigai, dan ketersediaan metode non-invasif yang memadai. 1
Situasi di Mana Biopsi Hati Direkomendasikan
Hepatitis B Kronis
- Biopsi hati direkomendasikan untuk menentukan derajat nekroinflamasi dan fibrosis pada pasien dengan ALT meningkat atau kadar HBV DNA >2000 IU/ml, karena morfologi hepatik dapat membantu keputusan untuk memulai pengobatan 1
- Biopsi juga berguna untuk mengevaluasi kemungkinan penyebab lain penyakit hati seperti steatosis atau steatohepatitis 1
Hepatitis C Kronis
- Biopsi hati harus dilakukan ketika hasilnya akan mempengaruhi apakah pengobatan direkomendasikan, terutama pada pasien dengan HCV genotipe-1 1
- Biopsi dapat memberikan informasi tentang prognosis, dengan fibrosis lebih dari portal (Metavir skor ≥2 atau Ishak skor ≥3) menjadi prediktor penting progresivitas penyakit hati di masa depan 1
Evaluasi Transaminase yang Meningkat
- Biopsi hati dapat dipertimbangkan jika diagnosis tetap tidak jelas setelah evaluasi non-invasif, jika ALT tetap meningkat >6 bulan tanpa penyebab yang teridentifikasi, atau jika ada kecurigaan hepatitis autoimun atau fibrosis lanjut 1
- Perlu dicatat bahwa 14-24% orang dengan nilai aminotransferase yang terus-menerus normal memiliki fibrosis lebih dari portal pada biopsi hati 1
Situasi di Mana Biopsi Hati Biasanya Tidak Diperlukan
Sirosis yang Jelas Secara Klinis
- Biopsi hati biasanya tidak diperlukan pada pasien dengan bukti klinis sirosis atau pada mereka yang pengobatannya diindikasikan terlepas dari derajat aktivitas atau stadium fibrosis 1
Elevasi ALT Ringan Tanpa Faktor Risiko
- Untuk elevasi ringan (<5× batas atas normal) tanpa faktor risiko penyakit hati yang signifikan, pemantauan dan evaluasi non-invasif biasanya cukup 1
Hepatitis C Genotipe 2 dan 3
- Beberapa ahli menganjurkan untuk mengobati semua pasien dengan HCV genotipe 2 dan 3 tanpa biopsi hati karena kemungkinan respons yang tinggi 1
Metode Non-Invasif sebagai Alternatif
- Ada minat yang berkembang dalam penggunaan metode non-invasif, termasuk penanda serum dan elastografi transien, untuk menilai fibrosis hepatik sebagai pelengkap atau pengganti biopsi hati 1
- Skor FIB-4 dapat digunakan untuk stratifikasi risiko fibrosis lanjut, dengan skor >2.67 menunjukkan risiko tinggi dan memerlukan rujukan hepatologi 1
Pertimbangan Keamanan
- Meskipun biopsi hati adalah prosedur invasif, risiko komplikasi serius sangat rendah (1/4.000-10.000) 1
- Ukuran spesimen biopsi harus cukup besar untuk menganalisis secara tepat derajat cedera hati dan fibrosis—idealnya 3 cm panjang setelah fiksasi formalin dengan jarum 16-gauge 1, 2
Peringatan Penting
- Biopsi hati untuk lesi fokal membawa risiko penyebaran tumor di sepanjang jalur biopsi, sehingga keputusan harus mempertimbangkan apakah diagnosis histologis akan mengubah manajemen 1
- Pada pasien dengan INR >1.4, pendekatan transjugular direkomendasikan daripada biopsi perkutan untuk meminimalkan risiko perdarahan 1
- Biopsi hati harus dilakukan hanya ketika informasi yang diperoleh tidak dapat diperoleh dengan cara yang lebih aman dan akan mempengaruhi keputusan manajemen klinis 1