What is the recommended treatment for a 2-year-old patient with active hepatitis B?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 2, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Hepatitis B Aktif pada Anak Usia 2 Tahun

Entecavir adalah terapi lini pertama yang direkomendasikan untuk anak usia 2 tahun dengan hepatitis B aktif, dengan dosis 0,015 mg/kg/hari (maksimal 0,5 mg) secara oral. 1

Kriteria Memulai Terapi

Anak usia 2 tahun harus dipertimbangkan untuk terapi antiviral ketika memenuhi kriteria berikut:

  • Kadar ALT ≥2 kali batas atas normal (ULN) selama minimal 6 bulan 1
  • HBV DNA ≥20.000 IU/mL (untuk HBeAg-positif) atau ≥2.000 IU/mL (untuk HBeAg-negatif) 1
  • Batas atas normal ALT yang disarankan: 35 U/L untuk laki-laki dan 25 U/L untuk perempuan 1

Biopsi hati sangat membantu dalam keputusan terapi, terutama untuk anak dengan nekroinflamasi sedang-berat atau fibrosis signifikan (≥F2) 1. Penting untuk menyingkirkan penyebab lain peningkatan ALT seperti perlemakan hati non-alkoholik sebelum memulai terapi 1.

Pilihan Terapi Antiviral

Entecavir (Pilihan Utama)

Entecavir adalah terapi lini pertama untuk anak ≥2 tahun karena potensi tinggi dan resistensi rendah 1:

  • Dosis: 0,015 mg/kg/hari (maksimal 0,5 mg) 1
  • Tingkat serokonversi HBeAg: 24,2% pada minggu ke-48 1
  • Tingkat resistensi kumulatif: 0,6% pada tahun pertama dan 2,6% pada tahun kedua 1
  • Profil keamanan sebanding dengan plasebo 1

Interferon Alfa (Alternatif)

Interferon alfa-2b disetujui untuk anak ≥12 bulan dan memiliki keuntungan durasi terapi terbatas tanpa resistensi antiviral 1:

  • Dosis: 6 juta IU/m² tiga kali seminggu subkutan selama 24 minggu 1
  • Tingkat kehilangan HBeAg: 36% pada anak dengan ALT ≥2 kali ULN 1
  • Faktor prediktif respons positif: usia <5 tahun, kadar HBV DNA rendah, dan inflamasi aktif pada biopsi 1
  • Efek samping: demam, gejala flu, supresi sumsum tulang, depresi, dan keterlambatan pertumbuhan sementara 1
  • Kontraindikasi: sirosis dekompensata dan penyakit autoimun 1

Lamivudine (Tidak Direkomendasikan sebagai Monoterapi)

Lamivudine tidak disarankan sebagai monoterapi karena tingkat resistensi tinggi 1, 2:

  • Tingkat resistensi: 18% pada tahun pertama, 23% pada tahun kedua, dan 64% pada tahun ketiga 1
  • Penggunaannya harus dibatasi hanya untuk anak yang tidak responsif terhadap interferon dan memerlukan terapi segera 1
  • Jika resistensi lamivudine berkembang, harus beralih ke tenofovir (jika ≥12 tahun) atau entecavir 1

Durasi Terapi

Untuk anak HBeAg-positif yang menerima analog nukleosida:

  • Lanjutkan terapi minimal 12 bulan setelah mencapai HBV DNA tidak terdeteksi dan serokonversi HBeAg 1
  • Untuk anak dengan fibrosis berat, pertimbangkan terapi hingga HBsAg hilang sebagai pilihan lebih aman 1
  • Anak yang tidak mengalami serokonversi HBeAg memerlukan terapi jangka panjang 1

Monitoring Selama Terapi

Semua anak yang menerima analog nukleosida harus dimonitor untuk breakthrough virologis dengan mengukur kadar HBV DNA setiap 3 bulan 1, 2:

  • Supresi HBV DNA hingga tidak terdeteksi sangat penting untuk menghindari resistensi 1
  • Jika tidak ada supresi viral lengkap setelah 24 minggu, pertimbangkan menghentikan terapi untuk meminimalkan risiko resistensi, kecuali ada penyakit hati lanjut 1

Monitoring Pasca-Terapi

Anak yang menghentikan terapi antiviral harus dimonitor setiap 3 bulan selama minimal 1 tahun untuk viremia berulang, flare ALT, dan dekompensasi klinis 1:

  • Flare pasca-terapi dapat terjadi tetapi umumnya ringan 1
  • Reinstitusi terapi harus dimulai pada kasus dengan peningkatan ALT berat dan berkepanjangan 1

Peringatan Penting

Jangan mengobati anak dalam fase imun-toleran (ALT normal dengan HBV DNA tinggi) karena tidak bermanfaat dan berisiko tinggi mengembangkan resistensi antiviral yang akan membatasi pilihan terapi di kemudian hari 1:

  • Serokonversi spontan HBeAg sangat diharapkan pada anak dengan infeksi HBV kronis 3
  • Keputusan untuk mengobati harus mempertimbangkan kemungkinan klirens viral spontan yang menguntungkan 4

Adefovir tidak lagi direkomendasikan karena risiko resistensi lebih tinggi dan tingkat respons lebih rendah dibandingkan tenofovir 1.

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Viral Hepatitis in Children

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Pediatric hepatitis B treatment.

Annals of translational medicine, 2017

Research

Treatment of viral hepatitis B in children.

Expert opinion on pharmacotherapy, 2010

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.