Target Ketinggian Epidural pada Pasien
Ketinggian target epidural bergantung pada jenis pembedahan: untuk operasi abdomen mayor gunakan epidural torakal pada level T6-T10, untuk operasi pinggul gunakan epidural lumbal pada L3/4, dan untuk operasi lutut gunakan epidural lumbal pada L3/4. 1, 2
Penempatan Epidural Berdasarkan Jenis Prosedur
Operasi Abdomen Mayor
- Epidural torakal direkomendasikan untuk memberikan blok optimal pada operasi abdomen mayor, dengan penempatan pada level yang sesuai untuk mencakup area pembedahan 3
- Target level sensorik untuk anestesi bedah abdomen adalah T4-T6 untuk memastikan analgesia yang adekuat 2
- Untuk anestesi epidural torakal pada dewasa, gunakan dosis awal 0.2-0.3 ml/kg bupivakain 0.25% (maksimum 10 ml) 4
Operasi Pinggul (Total Hip Replacement)
- Blok pleksus lumbal posterior (psoas sheath block) memiliki efikasi lebih tinggi dibandingkan blok saraf femoral untuk operasi penggantian pinggul total 1
- Epidural lumbal pada L3/4 adalah lokasi standar untuk prosedur ekstremitas bawah 1, 5
- Untuk anestesi epidural lumbal pada dewasa, gunakan dosis awal 0.5 ml/kg bupivakain 0.25% (maksimum 15 ml) 4
Operasi Lutut (Knee Arthroscopy)
- Epidural lumbal dengan 15-20 mL 2-chloroprocaine 3% memberikan waktu pemulihan yang sebanding dengan anestesi umum 6
- Penempatan pada L3/4 memberikan spread sakral yang adekuat jika diperlukan 5
Pertimbangan Teknis untuk Penempatan Epidural Torakal
Identifikasi Level Vertebra T7
- Gunakan vertebra prominens (C7) sebagai landmark untuk mengidentifikasi T7, dengan akurasi 78% dalam ±1 level pada pasien dengan BMI <25 7
- Landmark ujung skapula inferior tidak reliabel (hanya 42% akurat dalam ±1 level) dan harus dihindari 7
- Pada pasien dengan BMI ≥25, kedua metode landmark tidak reliabel dan pertimbangkan konfirmasi dengan pencitraan jika presisi kritis 7
Waktu dan Teknik Prosedur
- Median durasi prosedur penempatan epidural adalah 13 menit, dengan 75% kateter terpasang dalam 22 menit 8
- Nyeri prosedural aktual (rata-rata 3.5/10) secara signifikan lebih rendah dari yang diharapkan pasien (4.9/10) 8
- Jumlah percobaan insersi dan pendekatan yang digunakan secara signifikan mempengaruhi nyeri prosedural 8
Optimalisasi Spread Epidural
Posisi Pasien untuk Spread Sakral
- Posisi head-up 25 derajat setelah pemberian dosis epidural meningkatkan spread sakral secara signifikan dibandingkan posisi horizontal 5
- Ini penting untuk analgesia adekuat selama kala II persalinan atau prosedur ekstremitas bawah yang memerlukan blok sakral 5
- Posisi vertikal penuh dapat mencegah spread ke bawah karena "CSF plug" yang menghalangi penyebaran anestesi lokal 5
Peringatan Penting dan Pitfall yang Harus Dihindari
Kesalahan Identifikasi Level
- Jangan mengandalkan landmark skapula untuk penempatan epidural torakal, terutama pada pasien obesitas 7
- Kesalahan identifikasi lebih sering terjadi ke arah kaudal (misalnya T8 atau T9 teridentifikasi sebagai T7) 7
Monitoring dan Keamanan
- Lakukan penilaian ketinggian blok setiap 5 menit sampai tidak ada ekstensi lebih lanjut yang diamati 2
- Monitor tanda-tanda blok tinggi: agitasi meningkat, hipotensi signifikan, bradikardia, kelemahan ekstremitas atas, dispnea, atau kesulitan berbicara 2