Dosis dan Cara Pemberian L-Ornithine L-Aspartate (LOLA)
Untuk ensefalopati hepatik, berikan 30 g/hari secara intravena, dilarutkan dalam 250 mL dekstrosa 5% atau cairan infus lainnya, diberikan selama 4 jam per hari. 1, 2
Dosis Harian yang Direkomendasikan
Pemberian Intravena (Rute Utama)
- 30 g per hari adalah dosis standar yang direkomendasikan untuk ensefalopati hepatik 1, 2
- Dosis ini setara dengan 6 ampul jika setiap ampul mengandung 5 g LOLA (perlu dikonfirmasi dengan kemasan produk yang tersedia)
- Beberapa studi menggunakan dosis 20 g/hari, namun dosis 30 g/hari menunjukkan efikasi yang lebih konsisten 1, 3
Pemberian Oral (Alternatif)
- Dosis oral adalah 18 g per hari, dibagi dalam 3 dosis (6 g per dosis) 4
- Studi terbaru menunjukkan bahwa pemberian oral dan intravena memiliki efikasi yang sebanding dalam menurunkan kadar amonia 5
- Namun, pemberian intravena tetap menjadi pilihan utama untuk ensefalopati hepatik yang manifes 1, 2
Cara Pemberian Intravena
Persiapan dan Administrasi
- Larutkan 30 g LOLA dalam 250 mL dekstrosa 5% atau cairan infus yang sesuai 1, 3
- Berikan secara infus intravena selama 4 jam 1, 3
- Pemberian dilakukan sekali sehari pada waktu yang sama setiap hari 4, 3
Durasi Terapi
- Lanjutkan terapi selama 5-7 hari berturut-turut untuk episode akut 6, 3
- Perbaikan klinis biasanya terlihat dalam 1-4 hari pertama pengobatan 1
- Untuk ensefalopati hepatik derajat 1-2 (kriteria West-Haven), terapi 7 hari menunjukkan hasil optimal 3
Kombinasi dengan Terapi Lain
Terapi Kombinasi dengan Laktulosa
- LOLA 30 g/hari intravena + laktulosa menghasilkan penurunan derajat ensefalopati hepatik yang lebih cepat dibandingkan laktulosa saja 1
- Laktulosa diberikan dengan dosis 20-30 g (30-45 mL) oral 3-4 kali sehari, ditargetkan untuk mencapai 2-3 buang air besar lunak per hari 2, 7
- Kombinasi ini mempercepat waktu pemulihan gejala dalam 1-4 hari 1
Posisi dalam Algoritma Pengobatan
- LOLA merupakan terapi lini ketiga atau terapi adjuvan setelah laktulosa dan rifaximin 2
- Pertimbangkan LOLA untuk ensefalopati hepatik derajat 1-2 yang tidak merespons optimal terhadap laktulosa saja 2
Monitoring dan Evaluasi
Parameter yang Dipantau
- Kadar amonia plasma: harus menurun secara signifikan dalam 5 hari 1, 6, 3
- Number Connection Test (NCT-A): waktu penyelesaian harus membaik 1, 4, 3
- Derajat mental state (kriteria West-Haven): harus menurun dalam 1-4 hari 1, 3
Keamanan
- LOLA memiliki profil keamanan yang baik dengan efek samping minimal 4, 3
- Efek samping ringan berupa gangguan gastrointestinal dilaporkan pada 5% pasien 3
- Tidak ada toksisitas mayor yang dilaporkan dalam studi klinis 4, 8
Peringatan Penting
Kapan Menggunakan LOLA
- Gunakan untuk ensefalopati hepatik derajat 1-2 (overt hepatic encephalopathy ringan hingga sedang) 1, 2
- Dapat digunakan untuk ensefalopati hepatik subklinis (derajat 0) dengan NCT-A yang memanjang 3
- Pertimbangkan sebagai terapi adjuvan ketika respons terhadap laktulosa tidak adekuat 2