What is the daily dosage and administration schedule of L-ornithine L-aspartate (LOLA) for a patient with hepatic encephalopathy?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: January 15, 2026View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Dosis dan Cara Pemberian L-Ornithine L-Aspartate (LOLA)

Untuk ensefalopati hepatik, berikan 30 g/hari secara intravena, dilarutkan dalam 250 mL dekstrosa 5% atau cairan infus lainnya, diberikan selama 4 jam per hari. 1, 2

Dosis Harian yang Direkomendasikan

Pemberian Intravena (Rute Utama)

  • 30 g per hari adalah dosis standar yang direkomendasikan untuk ensefalopati hepatik 1, 2
  • Dosis ini setara dengan 6 ampul jika setiap ampul mengandung 5 g LOLA (perlu dikonfirmasi dengan kemasan produk yang tersedia)
  • Beberapa studi menggunakan dosis 20 g/hari, namun dosis 30 g/hari menunjukkan efikasi yang lebih konsisten 1, 3

Pemberian Oral (Alternatif)

  • Dosis oral adalah 18 g per hari, dibagi dalam 3 dosis (6 g per dosis) 4
  • Studi terbaru menunjukkan bahwa pemberian oral dan intravena memiliki efikasi yang sebanding dalam menurunkan kadar amonia 5
  • Namun, pemberian intravena tetap menjadi pilihan utama untuk ensefalopati hepatik yang manifes 1, 2

Cara Pemberian Intravena

Persiapan dan Administrasi

  • Larutkan 30 g LOLA dalam 250 mL dekstrosa 5% atau cairan infus yang sesuai 1, 3
  • Berikan secara infus intravena selama 4 jam 1, 3
  • Pemberian dilakukan sekali sehari pada waktu yang sama setiap hari 4, 3

Durasi Terapi

  • Lanjutkan terapi selama 5-7 hari berturut-turut untuk episode akut 6, 3
  • Perbaikan klinis biasanya terlihat dalam 1-4 hari pertama pengobatan 1
  • Untuk ensefalopati hepatik derajat 1-2 (kriteria West-Haven), terapi 7 hari menunjukkan hasil optimal 3

Kombinasi dengan Terapi Lain

Terapi Kombinasi dengan Laktulosa

  • LOLA 30 g/hari intravena + laktulosa menghasilkan penurunan derajat ensefalopati hepatik yang lebih cepat dibandingkan laktulosa saja 1
  • Laktulosa diberikan dengan dosis 20-30 g (30-45 mL) oral 3-4 kali sehari, ditargetkan untuk mencapai 2-3 buang air besar lunak per hari 2, 7
  • Kombinasi ini mempercepat waktu pemulihan gejala dalam 1-4 hari 1

Posisi dalam Algoritma Pengobatan

  • LOLA merupakan terapi lini ketiga atau terapi adjuvan setelah laktulosa dan rifaximin 2
  • Pertimbangkan LOLA untuk ensefalopati hepatik derajat 1-2 yang tidak merespons optimal terhadap laktulosa saja 2

Monitoring dan Evaluasi

Parameter yang Dipantau

  • Kadar amonia plasma: harus menurun secara signifikan dalam 5 hari 1, 6, 3
  • Number Connection Test (NCT-A): waktu penyelesaian harus membaik 1, 4, 3
  • Derajat mental state (kriteria West-Haven): harus menurun dalam 1-4 hari 1, 3

Keamanan

  • LOLA memiliki profil keamanan yang baik dengan efek samping minimal 4, 3
  • Efek samping ringan berupa gangguan gastrointestinal dilaporkan pada 5% pasien 3
  • Tidak ada toksisitas mayor yang dilaporkan dalam studi klinis 4, 8

Peringatan Penting

Kapan Menggunakan LOLA

  • Gunakan untuk ensefalopati hepatik derajat 1-2 (overt hepatic encephalopathy ringan hingga sedang) 1, 2
  • Dapat digunakan untuk ensefalopati hepatik subklinis (derajat 0) dengan NCT-A yang memanjang 3
  • Pertimbangkan sebagai terapi adjuvan ketika respons terhadap laktulosa tidak adekuat 2

Jangan Gunakan sebagai Monoterapi Lini Pertama

  • Laktulosa tetap merupakan terapi lini pertama yang direkomendasikan oleh American Association for the Study of Liver Diseases 2, 7
  • LOLA paling efektif ketika dikombinasikan dengan laktulosa 1, 2

References

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.