Keamanan Azithromycin untuk Bayi 1-2 Bulan
Azithromycin aman dan merupakan pilihan lini pertama untuk bayi usia 1-2 bulan, terutama untuk pengobatan pertusis, dengan dosis 10 mg/kg per hari selama 5 hari. 1, 2
Rekomendasi Resmi dari CDC dan AAP
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) secara eksplisit merekomendasikan azithromycin sebagai agen lini pertama untuk bayi usia 1-5 bulan, khususnya untuk pengobatan dan profilaksis pertusis, berdasarkan efektivitas in vitro, profil keamanan, dan kemudahan pemberian dosis. 1, 2
American Academy of Pediatrics juga mendukung penggunaan azithromycin sebagai agen lini pertama untuk kelompok usia ini. 2
Profil Keamanan yang Unggul
Azithromycin memiliki risiko infantile hypertrophic pyloric stenosis (IHPS) yang jauh lebih rendah dibandingkan erythromycin, yang merupakan alasan utama mengapa azithromycin dipilih sebagai makrolida pilihan untuk bayi muda. 1, 2
Erythromycin sangat terkait dengan IHPS pada bayi <1 bulan dan harus dihindari, sedangkan azithromycin tidak menunjukkan asosiasi yang signifikan. 2
Dalam studi komunitas acak di Niger yang melibatkan 1.712 bayi usia 1-5 bulan, azithromycin menunjukkan profil keamanan yang baik dengan tingkat kejadian efek samping yang lebih rendah atau setara dengan plasebo (29,6% vs 34,3%), dan tidak ada kasus IHPS yang dilaporkan. 3
Dosis yang Tepat
Dosis yang direkomendasikan untuk bayi 1-2 bulan adalah 10 mg/kg per hari selama 5 hari untuk pengobatan pertusis. 1, 2, 4
Untuk bayi ≥6 bulan, dosis yang digunakan adalah 10 mg/kg (maksimum 500 mg) pada hari 1, diikuti 5 mg/kg (maksimum 250 mg) pada hari 2-5. 1, 2
Pertimbangan Penting dalam Pemberian
Jangan berikan azithromycin bersamaan dengan antasida yang mengandung aluminium atau magnesium, karena dapat mengurangi absorpsi obat; pisahkan pemberian minimal 2 jam. 1, 4
Azithromycin TIDAK menghambat enzim sitokrom P450, berbeda dengan erythromycin dan clarithromycin, sehingga memiliki profil interaksi obat yang lebih aman. 2
Keunggulan Dibanding Makrolida Lain
Azithromycin memiliki efek samping gastrointestinal yang jauh lebih rendah dibandingkan erythromycin (mual, muntah, nyeri perut, diare). 1
Tingkat penghentian terapi prematur akibat efek samping lebih rendah dengan azithromycin dibandingkan erythromycin. 1
Dalam analisis keamanan pediatrik global yang melibatkan 2.655 anak (termasuk bayi ≥6 bulan), hanya 8,7% yang mengalami efek samping dengan azithromycin, sebagian besar ringan hingga sedang. 5
Status Lisensi FDA vs Rekomendasi Klinis
Meskipun FDA belum melisensikan makrolida apapun untuk bayi <6 bulan, CDC secara eksplisit merekomendasikan azithromycin untuk kelompok usia ini, terutama untuk pertusis, karena risiko komplikasi pertusis yang berat dan fatal pada bayi <6 bulan jauh melebihi risiko potensial dari penggunaan azithromycin. 2
Bayi <4 bulan memiliki risiko tertinggi untuk komplikasi pertusis yang berat dan fatal, sehingga indikasi pengobatan sangat kuat. 2, 4
Monitoring yang Diperlukan
Meskipun risiko IHPS dengan azithromycin sangat rendah, bayi <6 bulan yang menerima makrolida tetap harus dimonitor untuk kemungkinan IHPS (muntah proyektil, massa "olive-shaped" di epigastrium). 2, 4
Monitor tanda-tanda dehidrasi, terutama jika terjadi muntah atau diare. 4
Kesimpulan Praktis
Azithromycin adalah pilihan yang aman dan direkomendasikan untuk bayi 1-2 bulan, dengan profil keamanan yang superior dibanding makrolida lain, didukung oleh rekomendasi resmi CDC dan AAP serta data keamanan dari studi klinis. 1, 2, 3