Amlodipine dan Simvastatin: Mekanisme Kerja dan Tingkatan Interaksi
Kombinasi amlodipine dan simvastatin aman digunakan bersama dengan pemantauan rutin enzim hati dan CPK, meskipun terdapat interaksi farmakokinetik ringan yang meningkatkan kadar simvastatin tanpa mempengaruhi efektivitas klinis. 1, 2
Mekanisme Kerja
Amlodipine
- Calcium channel blocker (CCB) golongan dihydropyridine yang bekerja dengan memblokir kanal kalsium tipe-L pada otot polos pembuluh darah 3
- Menyebabkan vasodilatasi arteri perifer, menurunkan resistensi vaskular sistemik, dan mengurangi tekanan darah tanpa menyebabkan penurunan signifikan pada denyut jantung 3
- Efektif untuk angina stabil kronis dengan meningkatkan waktu latihan dan mengurangi frekuensi serangan angina 3
- Mengurangi risiko hospitalisasi untuk angina dan prosedur revaskularisasi pada pasien dengan penyakit arteri koroner yang terdokumentasi 3
Simvastatin
- Inhibitor HMG-CoA reductase yang menghambat enzim kunci dalam sintesis kolesterol di hati 4
- Menurunkan kolesterol LDL, kolesterol total, dan trigliserida sambil meningkatkan kolesterol HDL 4
- Mengurangi risiko mortalitas total, kematian akibat penyakit jantung koroner, infark miokard non-fatal, stroke, dan kebutuhan prosedur revaskularisasi pada pasien dengan penyakit kardiovaskular yang sudah ada 4
- Diindikasikan sebagai terapi adjuvan diet untuk hiperkolesterolemia primer, hipertrigliseridemia, dan disbetalipoproteinemia 4
Tingkatan Interaksi Obat
Interaksi Farmakokinetik (Tingkat Ringan-Sedang)
Kedua obat dimetabolisme oleh enzim CYP3A4, yang menciptakan potensi interaksi farmakokinetik 2:
- Pemberian bersama amlodipine dan simvastatin meningkatkan Cmax simvastatin dari 9.6 ± 3.7 ng/ml menjadi 13.7 ± 4.7 ng/ml (peningkatan ~43%) 2
- AUC simvastatin meningkat dari 34.3 ± 16.5 ng·h/ml menjadi 43.9 ± 16.6 ng·h/ml (peningkatan ~28%) 2
- Meskipun terdapat peningkatan kadar plasma, tidak ada perubahan pada efek penurunan kolesterol simvastatin, menunjukkan interaksi ini tidak signifikan secara klinis 2
Perbedaan Penting dengan CCB Lain
Amlodipine jauh lebih aman dibandingkan diltiazem atau verapamil ketika dikombinasikan dengan statin 1:
- Diltiazem dan verapamil menyebabkan peningkatan AUC simvastatin hingga 5 kali lipat, memerlukan pembatasan dosis maksimal simvastatin 10 mg/hari 1
- Amlodipine dapat dikombinasikan dengan atorvastatin, pitavastatin, rosuvastatin, fluvastatin, dan pravastatin tanpa penyesuaian dosis menurut American Heart Association 1
- Kombinasi amlodipine dan rosuvastatin umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik tanpa interaksi farmakokinetik signifikan 1
Rekomendasi Pemantauan
Pemantauan rutin diperlukan untuk mendeteksi efek samping potensial 1, 5:
- Periksa enzim hati (ALT/AST) untuk menyingkirkan hepatotoksisitas yang disebabkan oleh statin 1, 5
- Periksa CPK (creatine phosphokinase) untuk mendeteksi miopati atau rhabdomyolysis 1, 5
- Evaluasi fungsi ginjal karena beberapa obat dieliminasi secara renal 5
- Monitor elektrolit, terutama kalium, jika dikombinasikan dengan obat antihipertensi lain 5
Efektivitas Klinis Kombinasi
Manfaat Kardiovaskular
Kombinasi amlodipine dan statin menunjukkan manfaat kardiovaskular yang superior 6:
- Pada pasien dengan riwayat infark miokard atau sindrom koroner akut, statin harus digunakan untuk mencegah kejadian kardiovaskular (Rekomendasi Kelas I, Level Bukti A) 6
- Kombinasi β-blocker, ACE inhibitor atau ARB, dan diuretik thiazide direkomendasikan untuk pasien hipertensi dengan angina stabil kronis 6
- Amlodipine dapat ditambahkan jika angina atau hipertensi tetap tidak terkontrol dengan regimen dasar 6
Keunggulan Fixed-Dose Combination (FDC)
FDC amlodipine/atorvastatin menunjukkan hasil klinis yang lebih baik 7, 8:
- FDC 5 mg amlodipine/20 mg atorvastatin mengurangi risiko outcome kardiovaskular komposit sebesar 24% dibandingkan kombinasi bebas dengan dosis yang sama (HR 0.76,95% CI 0.64-0.91) 7
- FDC meningkatkan kepatuhan pasien dibandingkan pemberian dua tablet terpisah 8
- Bioavailabilitas amlodipine dan atorvastatin dalam FDC tidak berbeda signifikan dengan pemberian terpisah 8
Pertimbangan pada Gagal Jantung
Penggunaan statin pada gagal jantung memerlukan pertimbangan khusus 6:
- Terapi statin tidak direkomendasikan secara rutin untuk pasien dengan gagal jantung NYHA kelas II-IV menurut guideline ACC/AHA 2013 6
- Dua uji klinis prospektif besar gagal mengkonfirmasi manfaat statin pada pasien dengan gagal jantung yang sudah ada 6
- Pasien dengan kardiomiopati iskemik yang sudah menggunakan statin dapat melanjutkannya 6
- Statin harus sangat dipertimbangkan pada pasien gagal jantung dengan kejadian iskemik akut atau bukti iskemia miokard signifikan 6
- Kadar kolesterol rendah dikaitkan dengan peningkatan mortalitas pada pasien dengan gagal jantung kronis dan dekompensasi akut 6
Peringatan Klinis Penting
Kontraindikasi dan Perhatian
- Hindari CCB non-dihydropyridine (diltiazem, verapamil) pada pasien dengan disfungsi ventrikel kiri karena risiko bradikaritmia dan gagal jantung 6
- Hati-hati menurunkan tekanan darah secara bertahap pada pasien dengan penyakit arteri koroner, hindari tekanan diastolik <60 mmHg 6
- Target tekanan darah <130/80 mmHg untuk pasien dengan hipertensi dan penyakit jantung koroner; pertimbangkan <120/80 mmHg jika ada disfungsi ventrikel 6
Kombinasi dengan Obat Lain
- Tidak ada kontraindikasi khusus untuk penggunaan nitrat, antiplatelet, antikoagulan, atau obat penurun lipid lain pada pasien hipertensi dengan angina 6
- Amlodipine aman dikombinasikan dengan sebagian besar statin tanpa penyesuaian dosis 1
- Kombinasi amlodipine, losartan, dan rosuvastatin umumnya aman dan dapat ditoleransi dengan baik 5