HBV DNA >20.000 IU/mL dengan SGOT/SGPT Normal dan Peningkatan Tinggi
Arti HBV DNA >20.000 IU/mL dengan SGOT/SGPT Normal
Pasien dengan HBV DNA >20.000 IU/mL tetapi SGOT/SGPT normal kemungkinan berada dalam fase toleran imun atau fase inaktif dengan replikasi virus, dan memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah terdapat peradangan atau fibrosis hati yang signifikan meskipun enzim hati normal. 1
Interpretasi Klinis
Fase toleran imun ditandai dengan HBeAg positif, HBV DNA sangat tinggi (≥10⁷ IU/mL), ALT normal, dan biasanya tanpa fibrosis atau peradangan signifikan pada biopsi hati 1
Fase inaktif dengan HBV DNA tinggi dapat terjadi pada pasien HBeAg negatif dengan HBV DNA 2.000-20.000 IU/mL dan ALT normal, meskipun ini kurang umum 1, 2
Peringatan penting: Hingga 28,7% pasien dengan HBV DNA terdeteksi dan ALT normal tanpa fibrosis signifikan tetap memiliki peradangan hati yang signifikan pada biopsi 3
Evaluasi yang Diperlukan
Pemeriksaan status HBeAg sangat penting untuk menentukan fase infeksi 1:
Jika HBeAg positif dengan HBV DNA ≥10⁷ IU/mL: Kemungkinan fase toleran imun, terutama pada usia muda (<30-40 tahun) 1
Jika HBeAg negatif dengan HBV DNA >2.000 IU/mL: Perlu monitoring ketat karena dapat menunjukkan hepatitis B kronik aktif dengan fluktuasi ALT 1
Penilaian fibrosis non-invasif direkomendasikan 1:
- Fibroscan (transient elastography)
- Skor APRI atau FIB-4
- Jika nilai liver stiffness tinggi atau skor fibrosis menunjukkan fibrosis signifikan (≥F2), pertimbangkan terapi antiviral meskipun ALT normal 1
Biopsi hati harus dipertimbangkan pada 1:
- Usia >30-40 tahun dengan gambaran fase toleran imun
- Tes non-invasif menunjukkan kemungkinan fibrosis signifikan
- HBV DNA moderat (10⁵-10⁷ IU/mL) dengan ALT normal, karena ini merupakan faktor risiko untuk peradangan signifikan 3
- Riwayat keluarga dengan kanker hati atau sirosis 1
Monitoring yang Dianjurkan
Jika tidak diobati, monitoring ketat diperlukan 1, 4:
- ALT dan HBV DNA setiap 1-3 bulan selama tahun pertama
- HBeAg/anti-HBe setiap 2-6 bulan
- Setelah stabil, monitoring dapat diperpanjang menjadi setiap 6-12 bulan
- Evaluasi fibrosis non-invasif setiap 12 bulan 4
Perhatian khusus: Pasien usia lanjut dengan gambaran fase toleran imun memiliki risiko lebih tinggi untuk fibrosis signifikan dan komplikasi hati, sehingga memerlukan evaluasi lebih agresif 1
Arti SGOT/SGPT Meningkat Tinggi pada Hepatitis B Kronik
Peningkatan tinggi SGOT/SGPT (≥5-10× batas atas normal) pada pasien hepatitis B kronik menunjukkan eksaserbasi akut yang berat dan memerlukan terapi antiviral segera untuk mencegah gagal hati. 1, 4
Definisi dan Tingkat Keparahan
Klasifikasi peningkatan enzim hati 5:
- Ringan: <5× batas atas normal (ULN)
- Sedang: 5-10× ULN
- Berat: >10× ULN
Eksaserbasi berat hepatitis B didefinisikan sebagai 1:
- ALT 5-10× lebih tinggi dari ULN
- Disertai peningkatan HBV DNA
- Dapat disertai ikterus, koagulopati, asites, atau ensefalopati hepatik
Indikasi Terapi Antiviral Segera
Terapi antiviral harus segera dimulai pada 1, 4:
- Eksaserbasi akut dengan peningkatan ALT ≥5-10× ULN dan tanda-tanda gagal hati seperti ikterus, perpanjangan waktu protrombin, asites, atau ensefalopati hepatik 1
- Pasien dengan sirosis dekompensata dan HBV DNA terdeteksi (≥2.000 IU/mL), terlepas dari tingkat ALT 1, 4
Pilihan terapi lini pertama 1, 4:
- Entecavir, tenofovir disoproxil fumarate (TDF), atau tenofovir alafenamide (TAF)
- Terapi harus dimulai segera tanpa menunggu hasil biopsi hati
- Evaluasi transplantasi hati harus dipertimbangkan pada kasus berat dengan skor MELD tinggi atau ensefalopati hepatik yang memburuk 1
Monitoring dan Tindak Lanjut
Untuk peningkatan sedang-berat (ALT 5-10× ULN) 5:
- Ulangi panel hati lengkap dalam 2-5 hari
- Periksa bilirubin direk, INR, dan kreatinin kinase
- Monitor 2-3 kali per minggu pada awalnya 5
Untuk peningkatan sangat berat (ALT >10× ULN) 5:
- Ulangi panel hati dalam 2-3 hari
- Evaluasi komprehensif segera untuk menyingkirkan gagal hati akut
- Setelah kondisi stabil, kurangi frekuensi menjadi 1-2 minggu sekali 5
Penyebab Eksaserbasi Akut
Eksaserbasi berat dapat terjadi karena 1:
- Spontan (serokonversi HBeAg)
- HBV resisten obat selama terapi antiviral
- Penghentian terapi antiviral
- Kemoterapi kanker atau imunosupresi
Prognosis dan Komplikasi
Faktor risiko mortalitas tinggi 1:
- Skor MELD tinggi
- Asites sedang hingga berat
- Ensefalopati hepatik yang memburuk
- Meskipun dengan terapi antiviral, tidak semua pasien dapat dicegah dari progresivitas ke gagal hati
Rasio AST/ALT ≥1 sangat sugestif untuk sirosis dan memerlukan evaluasi lebih mendesak 5